Ini Alasan Kenapa CR7 Dijagokan Raih Ballon d’Or Tahun Ini

Penampilan yang impresif selama setahun terakhir, ditambah produktivitas golnya yang tinggi, menjadi alasan kuat untuk menjagokan Cristiano Ronaldo (CR7) sebagai pemenang Ballon d’Or tahun ini.

Liga Spanyol  - Ini Alasan Kenapa CR7 Dijagokan Raih Ballon d'Or Tahun Ini

Penampilan yang impresif selama setahun terakhir, ditambah produktivitas golnya yang tinggi, menjadi alasan kuat untuk menjagokan Cristiano Ronaldo (CR7) sebagai pemenang Ballon d’Or tahun ini.

Demikian pendapat dari legenda Jerman dan Bayern Muenchen,  Lotthar Matthaus. Menurut dia, rekor gol Cristiano Ronaldo akan mengalahkan segalanya,  sehingga bintang Real Madrid itu kembali menjadi pemenang setelah 2008 dan 2013.

Pencapaian Ronaldo, katanya, melebihi pencapaian Lionel Messi.  Menurut Matthaus, Messi tidak berada dalam performa terbaik pada tahun lalu, meskipun striker Barcelona itu baru saja memecahkan rekor top scorer Liga Spanyol dan Liga Champions.

Ronalo membuat rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions hanya dalam satu musim (17 gol), ketika membantu Madrid meraih la decima alias gelar ke-10 kompetisi paling elite antarklub Eropa itu, serta menjadi inspirator Los Blancos menjuarai Copa del Rey.

Di awal musim 2014/15 ini pun Ronaldo tetap menunjukkan performa yang menawan. Pasalnya, pemain berusia 29 tahun itu sudah mengemas total 28 gol sekaligus mengantar Madrid mencatat rekor baru kemenangan beruntun, yang membuat mereka untuk sementara memuncaki klasemen Primera Division, dan telah memastikan diri lolos ke fase knock-out Liga Champions.

“Perhatianku adalah bahwa Ronaldo akan memenangi penghargaan ini. Ratio golnya unik, dia membuat sejumlah rekor baru,” ujar Matthaus kepada para wartawan dalam sebuah even yang diselenggarakan Sky.

“Secara normal, Piala Dunia akan mengalahkan segalanya, tetapi pada akhirnya gol-gol Ronaldo akan mengalahkan semuanya. Bagiku, dia favorit, karena dia membuat kita terpesona setiap pekan.”

“Messi menjadi underdog karena dia juga sering cedera dan tak berada dalam penampilan terbaik di Piala Dunia. Bagiku, dia tidak begitu kuat selama turnamen. FIFA memilih dia sebagai pemain terbaik di turnamen, tetapi itu hanya merupakan hadiah. Saya pikir dia menundukkan kepala ketika menerima trofi setelah final,” kata Matthaus.