Inilah Pelajaran Penting Dari Final Champions

6

Laga final Champions berakhir 4-1 untuk kemenangan Real Madrid, meski Atletico berhasil menahan skor 0-1 sampai menit ke 90+2. Apa saja pelajaran-pelajaran penting yang bisa diperoleh untuk kedua manager? Pertama, tidak adalah yang namanya cedera hamstring (otot belakang lutut) bisa sembuh dalam waktu satu pekan saja. Eh, bukannya percaya pada ilmu pengetahuan, Diego Costa memilih […]

Inilah Pelajaran Penting Dari Final Champions - berita Liga Champions Liga Spanyol

Laga final Champions berakhir 4-1 untuk kemenangan Real Madrid, meski Atletico berhasil menahan skor 0-1 sampai menit ke 90+2. Apa saja pelajaran-pelajaran penting yang bisa diperoleh untuk kedua manager?

Pertama, tidak adalah yang namanya cedera hamstring (otot belakang lutut) bisa sembuh dalam waktu satu pekan saja. Eh, bukannya percaya pada ilmu pengetahuan, Diego Costa memilih terbang ke Belgrade, Serbia, untuk mencoba pengobatan alternatif dengan menggunakan placenta kuda. Hasilnya? Lihat saja, Costa ditarik keluar di menit ke-9. Ini adalah penggantian pemain tercepat nomor tiga dalam sejarah Liga Champions. Juga jelas bahwa pengobatan alternatif oleh si Marijana Kovacevic di Serbia sana, adalah tipu-tipu doang.

Kedua, pemain yang sudah absen sepanjang musim jangan dipasang dengan harapan bisa mendadak pulih seperti sedia kala. Carlo Ancelotti menurunkan Sami Khedira di lapangan tengah untuk menandingi kegesitan dua gelandang Atletico, Gabi sang kapten dan Tiago. Ya jelas saja kalah gesit. Dan Khedira gagal memberikan bola-bola bersih ke depan, ke Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo. Hal itu disebabkan karena Khedira absen nyaris sepanjang musim karena cedera. “Mesin”-nya pemain Jerman berusia 27 tahun itu belum pulih seperti sedia kala. Ia akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Isco.

Yang ketiga. Keluhan cedera otot yang disampaikan Cristiano Ronaldo bukan rengekan pemain manja. Kelihatan jelas kecepatan berlarinya berkurang dan beberapa kali kalah licin dibanding pemain belakang lawan. Demikian juga tendangan bola-bola matinya tidak memiliki power seperti sebelumnya. Ia berhasil mengukir satu gol, tapi itu pun dari tendangan penalti. Jelas, ini akan jadi masalah bagi Portugal di Piala Dunia nanti. Apakah Ronaldo bisa pulih seperti sedia kala dalam waktu 17 hari?

Bintang laga tadi malam, sudah jelas adalah Angel di Maria. Ia bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan sejumlah pemain Real lain yang kurang fit. Nilai transfernya yang mencapai 45 juta pound, atau setara Rp 879 milyar, sudah kelihatan tidak terlalu mahal jika melihat sepak terjangnya tadi malam. Menurut statistik, Angel di Maria melakukan 126 kali operan bola dan menang dribbling 6 kali. Ia berperan besar dalam gol Gareth Bale di menit 110.

Sampai menit ke-90+2, pelatih Carlo Ancelotti kelihatan seperti orang yang akan segera dipecat. Namun kini, dengan kemenangan 4-1 dan peraihan La Decima, Ancelotti akan digadang-gadang sebagai pahlawan. Ketenangannya sepanjang laga akan dikenang sebagai nilai plus. Dan kini, pelatih berusia 52 tahun itu adalah satu-satunya manager yang bisa memperoleh tiga piala Liga Champions dari dua tim berbeda! Dua piala sebelumnya diperoleh saat melatih AC Milan, yakni tahun 2002-2003, dan 2006-2007. Jangan lupa bahwa ini musim pertamanya bersama Los Blancos, dan sudah berhasil memberikan 2 gelar, Copa del Rey dan Champions. Fans kini membanding-bandingkan prestasinya dengan pelatih Vicente del Bosque, yang antara 1999 dan 2003, memberi 2 gelar juara liga dan 2 Piala Champions.

Harga Ancelotti kini sungguh mahal.