Kelompok Suporter Garis Keras Dilarang Masuk di Semua Stadion di Spanyol

Pemerintah Spanyol berencana mengeluarkan peraturan tegas. Semua Ultras atau kelompok suporter garis keras dilarang menonton langsung pertandingan di seluruh stadion di negara itu. Indonesia boleh juga meniru cara itu, bagaimana?

Pemerintah Spanyol berencana mengeluarkan peraturan tegas. Semua ultras atau kelompok suporter garis keras dilarang menonton langsung pertandingan di seluruh stadion di negara itu. Indonesia boleh juga meniru cara itu, bagaimana?

Rencana pemerintah Spanyol tersebut dikeluarkan sebagai buntut dari kematian seorang suporter saat laga Divisi Primera Spanyol antara tuan rumah Atletico Madrid melawan Deportivo La Coruna, Sabtu (29/11). Dilaporkan terjadi bentrokan antara suporter atletico dengan suporter tim tamu seusia pertandingan.

Suporter yang tewas diidentifikasi bernama Francisco Javier Romero Taboada berusia 43 tahun. Dia ditemukan tak bernyawa di sungai Manzanares, di dekat Vicente Calderon.

Selain satu orang tewas, bentrokan itu juga menimbulkan korban 11 orang luka-luka termasuk seorang polisi wanita yang mengalami retak tulang tangan.

Ada sekitar 20 orang yang sudah ditahan dan pihak kepolisian juga mengetahui identitas 100 orang yang jadi provokator. Dalam laporannya disebut bahwa yang terlibat dalam bentrok itu adalah ultras – suporter garis keras – dari Atletico, Deportivo, dan Rayo Vallecano serta Alcorcon.

Nama-nama ultras itu pun sudah diketahui seperti Riazor Blues (Deportivo), lalu Frente Atletico, Bukaneros (Rayo), dan Alkor Hooligan (Alcorcon).

Barcelona dan Real Madrid adalah dua tim yang sudah menerapkan larangan bagi ultras masuk ke dalam stadion mereka.