Maukah Real Madrid Merayakan Rekor Lionel Messi di Bernabeu?

7

Sampai dengan hari ini, Selasa 21 Oktober 2014, Lionel Messi telah mencetak 250 gol untuk kompetisi La Liga. Itu hanya selisih satu saja dibandingkan top scorer La Liga sepanjang massa, yang dipegang oleh Telmo Zarra dengan 251 gol, saat yang bersangkutan bermain untuk Athletic Bilbao di divisi utama Spanyol. Karena Messi tidak memecahkan rekor itu saat laga Barcelona vs Eibar di […]

Sampai dengan hari ini, Selasa 21 Oktober 2014, Lionel Messi telah mencetak 250 gol untuk kompetisi La Liga. Itu hanya selisih satu saja dibandingkan top scorer La Liga sepanjang massa, yang dipegang oleh Telmo Zarra dengan 251 gol, saat yang bersangkutan bermain untuk Athletic Bilbao di divisi utama Spanyol.

Karena Messi tidak memecahkan rekor itu saat laga Barcelona vs Eibar di Nou Camp pada laga sebelumnya, maka kemungkinan berikutnya adalah laga El Clasico di Bernabeu selaku game berikutnya, Sabtu malam WIB.

Ada kesempatan yang sangat nyata bahwa Messi mungkin akan menyamai rekor top scorer itu, atau bahkan memecahkannya saat melawan Los Blancos.

Presiden Asosiasi Sepakbola Spanyol telah membahas soal ini, apa yang harus dilakukan ketika Messi memecahkan rekor tersebut.

Javier Tebas mengatakan kepada wartawan, “Ini akan menjadi saat bersejarah yang penting. Messi akan pantas mendapatkan penghargaan jika ia melampaui rekor Zarra.”

“Kita harus berhenti sejenak untuk merenungkan apa yang akan menjadi momen bersejarah.”

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah dengan begitu laga El Clasico akan dihentikan, Tebas mengatakan, “Mengapa Bernabeu tidak bisa menghormati Messi?!”

Jika Messi mencetak hattrick di gawang Eibar, Messi mungkin saja mendapatkan penghargaan di Bernabeu sebelum El Clasico dimulai. Tapi bagaimana jika dua gol Messi dicetak sementara El Clasico berlangsung? Apakah laga akan dihentikan sesaat? Atau pemberian penghargaan dilakukan sesudah laga usai?

Apa pun itu, aroma permusuhan kuat yang menyelimuti El Clasico telah menyebabkan pembicaraan soal ini tidak berlangsung mulus. Hampir tidak mungkin tuan rumah menghentikan laga, hanya untuk memberi penghormatan kepada musuh abadi mereka.