Neymar DIjatuhi Denda Penggelapan Pajak

25

Pemain Barcelona Neymar dinyatakan bersalah dalam kasus penggelapan pajak di Brasil. Dan kamu tidak akan sangka berapa denda yang dijatuhkan kepadanya. Bisa bikin miskin!!

Pemain Barcelona Neymar dinyatakan bersalah dalam kasus penggelapan pajak di Brasil. Dan kamu tidak akan sangka berapa denda yang dijatuhkan kepadanya. Bisa bikin miskin!!

Hakim di pengadilan federal di Rio de Janeiro, Brasil, pada hari Jumat menjatuhkan vonis bersalah kepada bintang Barcelona Neymar dengan pasal penggelapan pajak. Ia dinilai gagal untuk melaporkan pendapatan dari kontrak dengan Santos, Barcelona, ​​dan Nike.

Striker Barcelona itu diperintahkan untuk membayar denda dan pajak tertunggak sebesar Rp 682 Milyar, tulis surat kabar Brasil Folha de S. Paulo. Sekedar perbandingan, bangunan yang mangkrak di Hambalang Sentul itu, yang tadinya direncanakan menjadi lokasi pelatnas terpadu, bernilai Rp 2,5 Trilyun. Jadi nilai denda pajak ini setara kurang lebih seperempatnya.

Si pemain dapat mengajukan banding atas keputusan itu. Menurut dokumen pengadilan, Neymar menggunakan berbagai perusahaan miliknya (Neymar Sports Marketing, N & N Consultoria, N & N Administracao de Bens) untuk mentransfer pendapatan-terkena-pajak sebesar Rp 832 Milyar antara tahun 2012 dan 2014.

Para hakim pemeriksa kasus ini menyatakan bahwa kontrak-kontrak palsu diciptakan untuk menghindari pembayaran pajak secara penuh. Pengadilan tahun lalu membekukan aset yang terkait dengan Neymar senilai sekitar Rp 682 Milyar karena dugaan penggelapan pajak.

“Kami mempelajari informasi mengenai kasus pajak yang bersangkutan, Neymar, tiga bisnis dan mitra bisnisnya [orang tua dari pemain] dan kami menemukan bahwa ada praktik bisnis penipuan,” tulis Develly Claudia Montes, yang melakukan audit untuk pengadilan.

Sang striker muda itu menghadapi kasus serupa di Spanyol dalam transfer kepindahannya dari klub Santos ke Barcelona. Sang pemain dituding mengetahui bahwa klub mengecilkan nilai transfer sesungguhnya demi menghindari membayar pajak yang terlalu besar.