Presiden Valencia Dicopot dan Diganti Baru

  • Gilabola.com – Presiden Valencia dicopot dan diganti dengan yang baru. Hal tersebut terungkap dari surat khusus untuk suporter.

Valencia

Gilabola.com – Presiden Valencia dicopot dan diganti dengan yang baru. Hal tersebut terungkap dari surat khusus untuk suporter.

Presiden Valencia CF terkena imbas perubahan. Klub akan melakoni perubahan pemimpin pada Juli nanti, setelah Lay Hoon Chan mengumumkan penguduran dirinya dan digantikan oleh Anil Murthy.

Chan ditunjuk sebagai presiden klub pada Desember 2014 dengan harapan membawa Valencia ke kancah Eropa lagi, tidak lama setelah dibeli oleh taipan asal Singapura, Peter Lim.

Meskipun sempat mengakhiri musim di peringkat ke-4 klasemen akhir di 2015, namun prestasi klub di musim berikutnya tidak begitu bagus dengan bercokol di peringkat ke-12.

Sontak Lim pun mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan kepada para suporter di akhir musim 2015/16, yang meminta untuk lebih bersabar dan tetap memberikan dukungan penuh kepada Valencia.

Surat terbuka itu muncul, setelah Gary Neville dipecat dari jabatannya karena gagal membawa Valencia namun tetap dipertahankan karena rekan bisnis dari Lim di Inggris.

Selama dua tahun terakhir, ternyata sudah ada lima pelatih berbeda yang berkuasa di Mestalla kala Chan menjadi presiden, di mulai dari Nuno Espirito Santo hingga Cesare Prandelli.

Nama pelatih terakhir hanya bertugas selama tiga bulan saja, menggantikan Pako Ayestaran, dan memilih hengkang pada Desember karena tidak sreg dengan kebijakan Chan.

Kabarnya Prandelli meminta didatangkan darah-darah baru di jendela transfer musim dingin dan bahkan bertolak ke Singapura untuk bersua Lim dan membicarakan perihal kebijakan transfer.

Meski Lim memberikan persetujuan, namun tidak begitu dengan Chan, yang baru mendekati satu dari lima pemain saja menjelang Tahun Baru sehingga Prandelli berang dan memutuskan untuk mengundurkan diri.

Kini, posisi Chan digantikan oleh Anil Murthy, seseorang yang pernah bekerja bersama Pemerintah Singapura di kementerian perdagangan, budaya dan diplomasi.