Ramos Sebut Madrid Lebih Superior Di Bawah Ancelotti

Sergio Ramos yakin Real Madrid lebih superior kala diarsiteki Carlo Ancelotti, meskipun El Real berpeluang juara Liga Spanyol musim ini.

Liga Spanyol  - Ramos Sebut Madrid Lebih Superior Di Bawah Ancelotti

Liga Spanyol  - Ramos Sebut Madrid Lebih Superior Di Bawah Ancelotti

Sergio Ramos yakin Real Madrid lebih superior kala diarsiteki Carlo Ancelotti, meskipun El Real berpeluang juara Liga Spanyol musim ini.

Meski Real Madrid berada di puncak klasemen sementara Liga Spanyol dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions di musim 2016-17 ini, namun Sergio Ramos percaya timnya lebih superior ketika diarsiteki oleh Carlo Ancelotti.

Ancelotti yang kini berada di Bayern Munich sukses memecahkan penantian lama Madrid untuk meraih trofi Liga Champions ke-10 alias La Decima pada 2014 lalu.

Sayangnya Ancelotti dipecat pada musim panas 2015 karena gagal memberikan satu pun piala dan digantikan oleh Rafael Benitez.

Era kepelatihan Benitez tidak berlangsung lama dan Zinedine Zidane yang pernah menjadi asisten Ancelotti dan melatih tim cadangan, akhirnya ditunjuk menangani tim utama Los Blancos.

Hebatnya Zidane sukses mempersembahkan Un Decima alias piala Liga Champions ke-11 di akhir musim lalu dan di musim ini pun Madrid berpeluang untuk menyabet banyak piala.

Namun demikian Sergio Ramos beranggapan bahwa Los Blancos di bawah kendali Ancelotti lebih baik dibandingkan Zidane.

“Setiap musim sangat intens tapi saya rasa ketika Carlo Ancelotti masih menjadi pelatih, tim sangat konsisten,” ujarnya pada laman resmi FIFA menjelang turnamen FIFA Club World Cup di Jepang.

“Saya rasa kami bermain sepak bola yang sempurna dan kami mempertahankan ritme permainannya.”

Akan tetapi pemain bertahan itu yakin Madrid pun tampil baik dibawah asuhan Zidane karena berada di jalur yang tepat untuk menyabet titel Liga Spanyol untuk pertama kalinya sejak 2012.

“Kami melakukan pekerjaan yang bagus. Struktrur dan inti dari skuat masih tetap sama, dan itu bagus bagi tim secara keseluruhan.”

“Kami lebih bisa memahami satu sama lain dan berada di fase saling pengertian di lapangan. Tim mendapatkan keuntungan dari itu. Kami pun memiliki campuran yang baik antara pemain veteran dan pemain muda.’

“Kami ingin akhir yang membahagiakan atas apa musim yang bagus bagi kami. Berada di Jepang merupakan hadiah untuk kami dan kami ingin masuk ke final,” katanya.