Real Madrid Jarang Mainkan Alvaro Morata, Kenapa?

1235

Bisa menjadi pahlawan bagi Real Madrid, namun kenapa Alvaro Morata jarang dimainkan? Hal ini ikut menjadi perhatian sang pemain.

Real Madrid Jarang Mainkan Alvaro Morata, Kenapa? - berita Featured Liga Spanyol

Berita Liga Spanyol – Alvaro Morata menjadi korban kebijakan rotasi Zinedine Zidane dan Ia mengaku tidak senang jarang bermain bagi Real Madrid.

Pemain depan Los Blancos Alvaro Morata merasa Zidane tidak memberikan kesempatan padanya untuk bermain cukup, tidak seperti bayangannya di musim panas lalu.

Pemain berusia 24 tahun itu baru kembali dari Italia usai berpetualang bersama Juventus pada musim panas lalu, setelah Madrid mengaktifkan opsi pembelian kembali.

Morata pun girang karena merasa kemampuannya telah berkembang dan tenaganya akan dipakai secara reguler, namun ternyata kenyataan tidak sesuai harapan.

Terakhir Ia bermain kala berhadapan melawan tim yang dipastikan degradasi, Granada, dengan mencetak dua buah gol sehingga menambah pundi-pundi golnya menjadi 15 biji di pentas liga.

Meski demikian, Morata merasa Ia seharusnya mendapatkan kesempatan bermain lebih jika melihat melempemnya Karim Benzema di depan gawang lawan.

“Apakah saya berharap bermain lebih sering? Tentu saja, tapi saya selalu siap ketika pelatih membutuhkan saya dan itu yang terpenting,” ujar Morata.

“Saya ingin bermain tiap menit di tiap laga, seperti pemain-pemain lainnya. Saya selalu ingin bermain dan mencetak banyak gol meskipun saya sadar ada waktu-waktu di mana hal tersebut tidak mungkin.”

“Saya tidak memikirkan pencapaian pribadi, sebab saya ingin [tim] memenangkan Liga Spanyol dan Liga Champions seperti pemain-pemain lain di skuat.”

“Perjalanan akan sedikit sulit di penghujung musim tapi kami tahu bahwa jika kami bisa memenangkan setiap laga tersisa maka kami bisa menjadi juara di dua kompetisi berbeda.”

Kala disinggung soal kontribusi Benzema, Morata tidak ingin memberikan komentar perihal striker asal Perancis tersebut namun Ia menekankan torehan gol yang lebih banyak dari rekan satu timnya tersebut.

“Itu sesuatu yang orang lain harus bicarakan, bukan saya. Saya tidak peduli jika mampu mencetak gol lebih banyak dibandingkan rekan satu tim.”

“Saya hanya ingin mencetak gol dan saya sudah melakukannya sebanyak 20, yang merupakan angka bagus.”