Real Madrid Undang Anak Palestina Korban Teror

  • Seorang anak Palestina berusia lima tahun, Ahmed Dawabsheh, menjadi korban serangan bom molotov oleh sekelompok teroris Israel. Rumah dan semua anggota keluarganya habis terbakar. Tapi kini ia sedang bersiap terbang ke Spanyol dan diundang hadir ke markas Real Madrid.

Seorang anak Palestina berusia lima tahun, Ahmed Dawabsheh, menjadi korban serangan bom molotov oleh sekelompok teroris Israel. Rumah dan semua anggota keluarganya habis terbakar. Tapi kini ia sedang bersiap terbang ke Spanyol dan diundang hadir ke markas Real Madrid

Anak laki-laki Palestina itu telah menjalani beberapa bulan operasi dan pengobatan untuk luka bakar parah yang diderita selama serangan bom molotov di rumahnya di Tepi Barat oleh sekelompok sayap kanan Israel yang menewaskan seluruh keluarganya. Sekarang, ia telah mendapat kabar bahwa ia akan melakukan perjalanan ke Spanyol bulan ini untuk bertemu para idolanya di Real Madrid.

Ahmed adalah di pusat dari sebuah kampanye media sosial setelah foto-foto dirinya mengenakan jersey Real Madrid berwarna pink sementara dirinya terbungkus perban di unit luka bakar rumah sakit menarik respon besar dari seluruh dunia.

“Kami menerima undangan dari Real Madrid untuk Ahmad dan dua anggota keluarga pada tanggal 17 Maret,” kata Hussein Dawabsheh, kakek Ahmed yang tinggal bersamanya di rumah sakit. “Ahmed menjadi sangat bersemangat tentang berita itu, terutama karena ia adalah penggemar berat Real Madrid, dan Cristiano Ronaldo pada khususnya.”

Ketika Real mendengar tentang situasi Ahmed, mereka merasa terdorong untuk membantu, keluarga dan pendukungnya mengatakan.

“Klub langsung bersimpati dengan cerita Ahmad dan cintanya ke Real Madrid, dan mereka meminta kami untuk berhubungan dengan keluarga dan dokter untuk melihat kapan waktu yang cocok bagi anak laki-laki itu untuk melakukan perjalanan,” kata Khalid Shoman, wakil dari ‘Meringi Palestina,’ fans club Real Madrid di Palestina.

Real Madrid telah menyatakan solidaritas dengan berbagai peristiwa sosial lainnya dalam satu tahun terakhir, termasuk menawarkan juta Euro untuk membantu para pengungsi muda tahun lalu. Klub tidak segera memberi komentar ketika dihubungi oleh CNN.

Ini bukan pertama kalinya bahwa tim-tim Spanyol telah membantu penggemar muda mereka.

Barcelona mengirim sebuah jersey yang ditandatangani Lionel Messi untuk anak bernama Murtaza Ahmadi setelah foto-foto anak laki-laki itu mengenakan kemeja yang terbuat dari kantong sampah di Afghanistan muncul di media sosial.

Pengadilan Israel mendakwa dua warga Israel pada bulan Januari sehubungan dengan serangan bom molotov mematikan di sebuah keluarga Palestina tahun lalu. Kedua orang Israel itu didakwa menjadi bagian dari organisasi teror.

Pada bulan Juli, penyerang melemparkan bom molotov ke rumah keluarga Palestina tersebut di Tepi Barat dan menyebabkan rumah itu terbakar. Ali Saad al-Dawabsheh, yang berusia 18 bulan, dan kedua orang tuanya tewas dalam serangan itu. Sementara Ahmed menderita luka bakar serius.

Pemerintah Israel dan Palestina menggambarkan serangan itu sebagai aksi terorisme.

“Ini adalah kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan pada saat yang sama,” kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas tak lama setelah serangan. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kejahatan itu “tercela dan mengerikan.”