Strategi Real Sociedad Tahan Imbang Barcelona

Pelatih Real Sociedad, Eusebio Sactrisan, menjelaskan alasan kenapa Barcelona hanya bisa meraih hasil imbang di Anoeta pada akhir pekan lalu.

Liga Spanyol  - Strategi Real Sociedad Tahan Imbang Barcelona

Liga Spanyol  - Strategi Real Sociedad Tahan Imbang Barcelona

 

Pelatih Real Sociedad, Eusebio Sactrisan, menjelaskan alasan kenapa Barcelona hanya bisa meraih hasil imbang di Anoeta pada akhir pekan lalu.

Eusebio Sactrisan menjelaskan bahwa perubahan permainan Barcelona membuat anak asuh Luis Enrique hanya bisa meraih hasil imbang.

Barcelona membutuhkan hasil kemenangan di Anoeta, kandang Sociedad demi memperpendek jarak poin di klasemen sementara Liga Spanyol, akhir pekan lalu.

Sayangnya pada laga di jornada ke-13 tersebut Blaugrana hanya bisa meraih hasil imbang 1-1 sehingga membuat jarak dengan El Real terpaut enam poin.

Padahal menurut Eusebio seharusnya Barcelona bisa memenangkan laga tersebut dan mematahkan rekor tidak bisa menang di Anoeta dalam 10 tahun terakhir.

“Barcelona sudah bermain untuk waktu yang lama dengan cara tertentu,” ujar mantan pesepakbola yang memperkuat skuat kemenangan FC Barcelona di Piala European (Liga Champions) 1992 itu.

“Mereka mendominasi pertandingan, mereka memegang kontrol. Tapi memang benar akhir-akhir ini mereka beradaptasi dengan karakteristik para pemainnya.”

“Mereka memiliki pemain-pemain kunci di lini depan dan mereka sadar bahwa dengan memberikan kontrol pertandingan kepada lawan, mereka masih bisa berbahaya.”

“Barcelona telah memasuki era perubahan dengan tidak menguasai bola seperti sebelumnya tapi lebih bertumpu pada serangan balik. Jika anda kehilangan bola, maka Barca akan menyerang.”

“Akan tetapi, ketika mereka menerapkan cara itu, Barca akan bertemu tim-tim seperti kami, yang sangat terorganisir dan tidak memberikan banyak bola. Jika setiap pemain mereka tidak berkomitmen dalam pertahanan, maka mereka akan kesulitan.”

“Tujuan kami adalah kami tidak ingin terlalu banyak kehilangan bola, berada di posisi yang benar di lapangan dan menekan mereka.”

“Ada sedikit tim yang bisa melakukan seperti itu melawan Barca dan itu sebabnya saya bisa berbangga hati,” aku eks pelatih tim B Barcelona yang dipecat dengan tidak hormat ini.