Ronaldo Bikin Empat Gol Gara-gara Ejekan Penonton

  • Manajer Real Madrid Zinedine Zidane menjelaskan, Cristiano Ronaldo mampu mengamuk dan mengemas empat gol dalam kemenangan 7-1 atas Celta Vigo tadi malam gara-gara penonton yang mengejeknya di babak pertama.

Manajer Real Madrid Zinedine Zidane menjelaskan, Cristiano Ronaldo mampu mengamuk dan mengemas empat gol dalam kemenangan 7-1 atas Celta Vigo tadi malam gara-gara penonton yang mengejeknya di babak pertama.

Celta Vigo tampil mengejutkan selama babak pertama dan mampu memberikan perlawanan berarti sebelum akhirnya kebobolan gol Pepe di menit 41. Selama masa periode pertama inilah penonton Santiago Bernabeu yang tidak sabar mulai mengutarakan ejekan pada Cristiano Ronaldo. Tapi justru itu yang menjadi motivasi sang pemain Portugal untuk mengamuk dan menceploskan empat gol di babak kedua.

Zinedine Zidane mengatakan kritik dari fans Real Madrid membantu pemain untuk “berbuat lebih banyak”, dan Cristiano Ronaldo menanggapi siulan dari para penonton dengan empat gol sekaligus pada kemenangan 7-1 tersebut.

Madrid, yang menang 3-1 di Levante pada pertengahan pekan, membuat penampilan pertama mereka di Estadio Santiago Bernabeu sejak kekalahan derby 1-0 akhir pekan lalu vs Atletico Madrid, dan banyak orang di kerumunan mengambil kesempatan itu untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka pada pemain.

Fans masih menyoraki Ronaldo di awal babak kedua ketika ia salah memberi satu umpan sederhana. Tapi tak lama setelah itu, Ronaldo melepaskan tembakan dari jarak 30 meter. Selama merayakan gol itu ia menempelkan tangannya ke telinganya, seolah mengejek penonton, mempertanyakan siulan mereka yang tidak lagi terdengar. Tidak cukup dengan satu gol, ia menambahkan tiga gol lagi selama 25 menit berikutnya untuk membantu timnya memimpin 5-1. Jese Rodriguez dan Gareth Bale menambahkan gol di menit-menit akhir, menjadikan skor 7-1.

Zidane menyarankan setelah pertandingan bahwa suara siulan yang dilontarkan oleh fans “memberi Ronaldo motivasi ekstra untuk performa babak kedua yang luar biasa.”

Zidane berkomentar, “Itu bagian dari sepak bola bahwa penggemar kadang-kadang bersiul, bukan hanya kepada Cristiano. Memang seperti itu. Ada beberapa fans yang sangat demanding, tahu permainan dengan baik dan selalu ingin melihat lebih banyak dari pemain mereka. Itu bagus untuk meningkatkan diri, untuk berbuat lebih banyak, dan kami selalu perlu berbuat lebih banyak.”

“Kemudian, Anda semua tahu Cristiano, ia mampu mencetak empat gol. Sedikit saja pemain yang bisa melakukan itu. Dia sangat unik.”

Ronaldo kini memiliki 252 gol hanya dalam 228 pertandingan La Liga dan menyalip legenda Athletic Bilbao Telmo Zarra untuk duduk di posisi kedua di top scorer sepanjang masa Liga Spanyol, meskipun ia tetap agak jauh di belakang Lionel Messi yang mencatatkan 304 gol.

Sang pemain Portugal kini memimpin perburuan gelar untuk “Pichichi” La Liga dan Sepatu Emas Eropa musim ini dengan 27 gol.

Diminta membandingkan teknik bola antara dirinya sendiri dengan Ronaldo, legenda Prancis Zinedine Zidane mengatakan: “Saya tidak bisa berkomentar.”

“Ini sangat unik. Ini adalah sesuatu yang dia miliki. Anda mengatakan saya menendang dengan baik, mungkin dari titik lebih ke dalam, dan saya tidak pernah mencetak empat gol, jadi saya tidak tahu perasaan itu. Beberapa pemain dapat memiliki perasaan itu.”

“Dia berada di Madrid, dia kuat, dia mampu mencetak gol dalam waktu sekitar 30 menit. Saya tidak bisa menjelaskan lebih dari itu. Saya senang ketika saya melihat dia mencetak gol.”

Mood dalam stadion berubah di babak kedua dan Zidane mengatakan gol pertama Ronaldo telah membuat perbedaan.

“Ada sesuatu yang dikatakan saat istirahat di akhir babak pertama, tentu saja, tapi di babak pertama lawan bermain bagus juga,” katanya. “Mereka adalah tim yang bagus. Kami tahu itu akan sulit untuk bermain dengan baik selama 90 menit.”

“Di babak kedua kami keluar sangat kuat, menekan lebih di depan, dan selalu Anda akan merasa lebih mudah setelah mencetak gol pertama.”

Madrid tetap berada di tempat ketiga di La Liga, sembilan poin terpaut dari pimpinan klasemen Barcelona, ​​dan satu poin di belakang urutan kedua Atletico Madrid, dengan Barca dan Atleti beraksi pada hari Minggu di Eibar dan Valencia masing-masing.