Sakit Hati Disoraki Penggemar, Iker Casillas Setia di Real Madrid

Kiper Iker Casillas mengakui bahwa ia merasa sakit hari disoraki dan disiuli sebagian fans Real Madrid di akhir pertandingan, namun ia telah meneguhkan sikapnya untuk tetap tinggal di Bernabeu pada sisa karirnya.

Kiper 33 tahun tahun itu baru saja melalui periode sulit di Madrid, setelah sebelumnya ia dicoret posisinya sebagai No.1 oleh mantan pelatih Jose Mourinho, dan dituduh sebagai perusak suasana ruang ganti.

Casillas sempat dikaitkan dengan rumor kepergian dari klub setelah pelatih Carlo Ancelotti menguatkan keputusan manajer sebelumnya itu di musim pertamanya bertugas, hanya menggunakan Casillas dua kali saja di La Liga tapi memanfaatkannya lebih sering di ajang kompetisi piala liga.

Sang penjaga gawang telah memutuskan untuk setia dan tetap tinggal, dan sekarang ia telah merebut kembali tempatnya dari anak baru Keylor Navas, setelah Diego Lopez memutuskan keluar.

Tapi kepercayaan sang manajer baru telah gagal meyakinkan beberapa bagian suporter klub dan kiper asal Spanyol itu mengakui betapa sulitnya situasi semacam itu.

“Sungguh menyakitkan mendengar sorakan dan siulan,” katanya kepada Canal+. “Saya telah di sini sejak saya berusia sembilan tahun, saya telah melakukan banyak hal dengan klub ini dan juga telah menjadi batu loncatan untuk tim nasional.”

“Para penggemar bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tetapi itu juga menyakitkan. Berada di sini begitu lama juga berarti saya harus belajar menerima hal-hal tertentu.”

“Fans menuntut, saya tahu itu dan menerimanya, tapi saya punya hati kecil dan itu menyakitkan ketika kesetiaan saya dipertanyakan.”

“Saya berniat untuk mengakhiri karir saya di Real Madrid. Saya tidak suka membayangkan hidup saya tanpa klub ini.”

“Ini adalah rumah saya dan saya merasa saya dibesarkan di sini. Ketika Anda berada di klub yang sama untuk seumur hidup, Anda tidak selalu menyadari nilai sesungguhnya, tapi saat pergi barulah Anda akan lebih menghargai.”

Pemain berusia 33 tahun itu mengakui ada beberapa kesempatan di mana ia bisa meninggalkan Spanyol untuk klub lain, tetapi akhirnya ia hanya ingin memperjuangkan masa depannya bersama dengan juara Eropa.

“Ya, saya berpikir untuk pergi. Saya pernah berpikir untuk meninggalkan Spanyol dan Real Madrid,” katanya.

Musim 2013-14 terasa aneh bagi Casillas, yang bermain dengan sukses di Copa del Rey dan kompetisi Liga Champions tetapi diabaikan untuk Diego Lopez untuk kompetisi La Liga.