Tuntutan Tak Dipenuhi, Pemain Racing Santander Mogok di Lapangan

5

  Setelah tuntutan mereka pada pihak klub tak terpenuhi, para pemain Racing Santander tak mempunyai pilihan lain. Mario Fernandez dkk melakukan aksi mogok di lapangan saat berlaga melawan Real Sociedad pada laga kedua perempat final Copa del Rey, Jumat (31/1/2014). Pemain Santander sebelumnya telah merilis pernyataan bersama pada Senin (27/1/2014). Mereka mengancam akan mogok saat menjamu […]

Tuntutan Tak Dipenuhi, Pemain Racing Santander Mogok di Lapangan

 

Setelah tuntutan mereka pada pihak klub tak terpenuhi, para pemain Racing Santander tak mempunyai pilihan lain. Mario Fernandez dkk melakukan aksi mogok di lapangan saat berlaga melawan Real Sociedad pada laga kedua perempat final Copa del Rey, Jumat (31/1/2014).

Pemain Santander sebelumnya telah merilis pernyataan bersama pada Senin (27/1/2014). Mereka mengancam akan mogok saat menjamu Sociedad di El Sardinero, apabila Presiden Angel Lavin dan jajaran direksi tak mau mengundurkan diri. Namun kenyataannya, tuntutan mereka tak dipenuhi. Boikot pun benar-benar jadi kenyataan.

Setelah wasit memulai laga, para pemain Racing Santander tetap melakukan kick-off. Namun kemudian, mereka berkumpul sambil berpegangan tangan di lingkaran tengah lapangan. Ternyata aksi mogok ini mendapat dukungan dari para staf pelatih. Bersama pemain cadangan, mereka juga saling berpegangan tangan di pinggir lapangan. Dari sisi penonton, para suporter membentangkan spanduk memberi dukungan untuk aksi para pemain itu.

Sedangkan lawannya Real Sociedad, mereka hanya memainkan bola di area mereka sendiri selama sekitar satu menit kemudian wasit menghentikan laga usai melakukan pembicaraan dengan Fernandez selaku kapten Santander.

“Yang kami inginkan sudah jelas dan malam ini kami menunjukkan bahwa kami adalah tim. Kami berharap segalanya bisa diselesaikan karena kami hanya ingin kembali bermain dan berusaha menjadikan Racing Santander yang terbaik,” ujar gelandang Santander, Javi Soria pada Canal Plus TV.