Update Transfer Barcelona: Coutinho Gagal, Bidik Gelandang Tottenham

Barcelona sekarang menginginkan bintang Tottenham Dele Alli setelah kegagalan mereka mendatangkan Philippe Coutinho.

Dele Alli

Barcelona ingin menandatangani kontrak dengan gelandang Tottenham Dele Alli, bukan playmaker Liverpool Philippe Coutinho, menurut beberapa laporan di Spanyol.

Klub Catalan sudah coba untuk memboyong Coutinho selama musim panas 2017, setelah mereka kehilangan Neymar yang pindah ke Paris Saint Germain (PG) dengan harga Rp 3,5 triliun.

Namun, meski pemain asal Brasil itu telah mengajukan permintaan untuk meninggalkan Merseyside, raksasa Catalan tidak dapat meyakinkan Jurgen Klopp untuk menjual aset bintangnya.

Dan surat kabar Catalan Sport mengatakan Barcelona sekarang ingin menandatangani kontrak dengan Dele Alli, yang performa dan kualitasnya terus meningkat bersama Tottenham.

Pemain internasional Inggris itu nyaris tak terdengar namanya saat Spurs menandatangani kontrak dengannya dari MK Dons dua tahun lalu.

Tapi, ia dengan cepat membuktikan kualitasnya, dan gelandang tersebut kini disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik di Premier League.

Alli mencetak 22 gol dari 50 penampilan musim lalu, dan di musim ini dia sudah mencetak tiga gol dalam delapan pertandingan.

Barcelona dikabarkan merasa ia akan menjadi alternatif sempurna bagi Coutinho yang tampak mati-matian dipertahankan oleh Liverpool.

Dan, mengingat kemampuannya dan usianya yang tiga tahun lebih muda dari bintang Liverpool, sangat beralasan juga Barca kini bernafsu mendatangkan Alli di jendela transfer berikutnya.

Tapi Sport menambahkan bahwa akan menjadi pekerjaan sulit bagi Barca untuk meminangnya, mengingat Tottenham berencana mengikatnya dengan kontrak baru.

Sementara itu, Alli dikritik di acara TV oleh Ryan Giggs karena penampilannya yang buruk dalam kemenangan Inggris 1-0 atas Lithuania, Senin (9/10) pagi WIB.

“Anda lihat Kyle Walker, Dele Alli bermain bagus untuk klub mereka. Tapi saat bermain untuk negara mereka, Anda tidak melihat kualitas yang sama. Karakter dan kegembiraan tidak ada saat mereka bermain di klub mereka.”

Sepakbola.cc