Presiden FIA (Federasi Otomotif Internasional) Max Mosley mempermalukan dunia F1 karena video pesta seksnya dengan 5 pelacur beredar. Sampai hari ini belum ada pernyataan dari Mosley yang diancam harus mundur dari FIA.

Sangat tidak pantas bagi seorang pimpinan sebuah federasi olahraga melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu. Dalam video itu, terlihat adegan Mosley dengan 5 pelacur alias pekerja seks komersial seolah-olah seperti berada di kamp Nazi. Semua ini menjadi bagian dari pesta seks bertema sadomasochistic yang kabarnya dilakukan di rumah Mosley di London.

Mosley melawan rasisme di motor sport, tetapi ia juga melakukan tindakan tercela dengan video seksnya yang juga berbau rasisme. Direktur Holocaust Centre, Stephen Smith meminta Moslet mundur dan minta maaf pada khalayak karena telah mencemarkan nama dunia balap motor sport.

Kalangan pers Inggris mengutuk tindakan pria berusia 67 tahun ini. Sebab Mosley memiliki nama besar namun berkelakuan hina. (ai)