Klub Bola Pemain Sepakbola sriwijaya fc

 

Direktur Keuangan Sriwijaya FC Augie Bunyamin mengatakan, timnya butuh dana sebesar Rp 20 miliar untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Timnya saat ini baru mengumpulkan dana sekitar Rp 10 miliar.

“Total kebutuhan tim musim ini sekitar Rp 20 miliar, memang jauh lebih kecil dari musim lalu yang mencapai Rp 35 miliar,” katanya.

Penurunan kebutuhan, merupakan dampak dari kompetisi ISL yang dipecah menjadi dua wilayah, barat dan timur. “Kami memang jauh lebih hemat dengan pembagian dua wilayah ini,” ujarnya.

Dana yang sudah terkumpul diperoleh dari BUMN dan BUMD di Sumsel. Bank Sumsel Babel (BSB) tetap sebagai sponsor utama, diikuti Perseroan Terbatas Bukit Asam (PT BA), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, dan Perusahaan Daerah Pertambangan Energi (PDPDE). Augie menyadari bahwa timnya masih terus berusaha mencari sponsor dari pihak-pihak swasta, untuk mencukupi kekurangan.

“Dari sponsor swasta baru Extra Joss dan apparel Joma yang memang sudah jadi sponsor sejak musim lalu,” terangnya.

BACA JUGA  Arema FC vs Sriwijaya FC, Data dan Fakta Jelang Pertandingan

TINGGALKAN KOMENTAR