Persib Persiram Raja Ampat

 

Kabar duka cita kembali muncul dari ajang Indonesia Super League. Ssempat koma, seorang suporter Persiba Bantul akhirnya meninggal dunia setelah menjadi korban kerusuhan antar suporter.

Ya, Yupita, pria usia 35 tahun, memang sempat koma sejak Sabtu (08/02/2014) dan mendapatkan perawatan intensif di RS Panti Rapih Yogyakarta. Ia akhirnya dinyatakan meninggal pada hari Rabu (12/02/2014) sekitar pukul 05.30 WIB.

Usai pertandingan antara Persiba Bantul dengan Persiram Raja Ampat pada Sabtu (08/02/2014) dalam putaran ISL terjadi tawuran antar supporter Persiba Bantul yaitu Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF) yang menyebabkan 3 korban dilarikan di rumah sakit.

Dua korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Sementara, satu korban mengalami koma atas nama Jupita dan dirawat 5 hari sampai akhirnya meninggal pagi tadi.

BACA JUGA  Hasil Persib Bandung vs Mitra Kukar, 25 Februari 2017

Anom Suroto, lurah suporter Paserbumi, kini fokus pada penghormatan terakhir bagi korban di rumah duka Cegokan Wonolilo, Kec Pleret, Bantul.

“Kita masih fokus pada korban mas. Belum mau bersikap atas meninggalnya Jupita. Kita akan gelar ceremony namun masih bahas sekarang”, ujar lurah Anom.

Kapolres Bantul AKBP Surawan akhirnya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ijin Persiba Bantul untuk menggelar pertandingan di Stadiun Sultan Agung sebelum ada kesepakatan damai bersama antara Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF) yang keduanya merupakan kelompok pendukung Persiba Bantul.

“Sebelum ada kesepakatan damai antara dua kubu maka kita tidak akan memberikan ijin pertandingan Persiba Bantul di Stadiun Sultan Agung. Kita tidak ingin terjadinya tawuran kembali yang menyebabkan korban jiwa,” ujarnya dengan tegas.

BACA JUGA  Djadjang Nurdjaman Tanggapi Performa Biasa Saja Erick Weeks

TINGGALKAN KOMENTAR