Striker Arsenal, Eduardo da Silva, mengakui, kerja cepat tim fisioterapi usai dirinya cedera parah saat melawan Birmingham City pekan lalu, bisa menjadi penyelamat karirnya.

Pemain timnas Kroasia kelahiran Brasil itu mengalami patah tulang fibula kiri yang menyebabkan engkel kakinya lepas, akibat ditekel bek Birmingham, Martin Taylor.

Eduardo bertekad untuk bisa bermain kembali dalam sembilan bulan mendapat. Tetapi, pihak Arsenal mengingatkan agar dia tidak perlu tergesa-gesa dan menunggu hingga pemain berusia 25 tahun itu benar-benar pulih.

“Cederanya sangat parah dan saya bisa kehilangan kaki saya. Makanya, saya akan selalu berterima kasih pada tim fisioterapi, untuk apa yang telah mereka lakukan untuk memperkecil risiko cedera kaki saya,” ujar Eduardo kepada The News of the World.

BACA JUGA  Prediksi West Brom vs Bournemouth, 25 Februari 2017

Eduardo sendiri mengakui telah dijenguk Taylor di rumah sakit, dan menerima permintaan maaf pemain belakang yang disebut-sebut sebagai pemain bersih karena hanya menerima dua kartu merah selama karirnya di sepak bola.

“Saya hanya bisa memandang wajahnya. Tapi saya menerima permintaan maafnya, meski saya tidak bisa turun di final Euro nanti. Saya percaya kalau dia tidak sengaja melakukan tekel keras terhadap saya, dan insiden itu hanya kecelakaan,” tandasnya.

Meski demikian, Eduardo juga mengaku tidak mengerti, bagaimana bisa seseorang melakukan tekel keras seperti yang dilakukan Taylor, saat pertandingan baru berlangsung tiga menit.

“Tapi, akhirnya saya bisa percaya Taylor jujur dan saya menerima permintaan maafnya, walaupun dia telah menghancurkan karir saya musim ini,” ujar Eduardo.

BACA JUGA  Kapten Manchester United Didukung Pindah ke China

Tampil di Euro berikutnya
Ketidakhadirannya di timnas Kroasia di Euro 2008, Juni nanti, memang diakui Eduardo menjadi ‘tamparan sangat keras’ baginya. Tapi, dia makin bertambah semangat untuk segera sembuh, karena terharu dengan banyaknya pesan yang disampaikan oleh rekan-rekan setimnya, maupun rekannya di timnas Kroasia.

“Tampil di Euro adalah impian besar. Apalagi saya seharusnya saya tampil juga Juni nanti. Tapi usia saya masih 25 tahun, dan saya bisa bermain untuk event Euro berikutnya. Hanya itu yang ada dalam kepala saya,” tegasnya. (cha)