Alasan Mengapa Argentina Butuh Ángel di María

 

Pemain seperti Ángel di María biasanya bukan pusat perhatian. Dia bukan tokoh utama, hanya lebah pekerja yang tidak mencolok mata. Pekerjaan utamanya adalah menyuplai bola kepada pemain lain untuk melakukan sentuhan akhir yang menarik.

Dia mungkin saja akan menjadi bintang tetapi sayangnya (atau lebih tepat: malangnya) ia bermain dengan dua pemain terbaik dari generasinya di level klub dan tim nasional.

Ángel di María mungkin justru bersyukur bermain di bawah bayang-bayang Lionel Messi di timnas Argentina, dan Cristiano Ronaldo di klub Real Madrid. Di María mungkin saja menjadi bintang tapi dia bukan kelas selebritis galaksi seperti dua nama itu. Namanya tidak menjual lebih banyak jersey klub atau timnas, biaya transfernya tidak menembus rekor dunia, tapi mungkin sebagian besar dari mereka tampaknya senang-senang saja tidak menjadi pusat perhatian.

Namun demikian ia mungkin berubah menjadi salah satu pemain paling penting di Piala Dunia di Brasil sini.

Ángel di María pernah mengatakan pada sebuah wawancara tahun 2011: “Setiap tahun Anda tumbuh dalam segala hal – dalam arti sepak bola, dalam arti mental. Dan semakin tua Anda, semakin baik Anda memahami sepak bola, semakin baik Anda tahu itu. Anda datang untuk belajar hal-hal yang Anda tidak tahu sebelumnya dan saya masih berusaha untuk berkembang sekarang.”

“Sebagai contoh, saya sedang mencoba untuk meningkatkan posisi bermain saya: kapan harus menekan dan kapan harus mundur, kapan harus membuka lapangan, kapan harus menutupnya. Sebagai seorang penyerang, Anda tidak bisa hanya senang untuk mengalahkan pemain. Anda ingin memberikan kontribusi lengkap untuk tim.”

BACA JUGA  Prediksi Eibar vs Malaga, 26 Februari 2017

Perbaikan terus terjadi dalam satu tahun terakhir di Bernabéu. Di María mencatatkan lebih banyak assist daripada pemain mana pun di lima liga teratas Eropa musim lalu. Namun statistik itu kelihatan remeh temeh dibandingkan dengan statistik gol kepada siapa bola dialirkan: Ronaldo, Gareth Bale dan Karim Benzema.

Musim panas lalu nasibnya tidak kelihatan baik. Real Madrid baru saja menghabiskan lebih dari Rp 2 trilyun untuk membeli dua talenta paling menarik di Eropa, Gareth Bale dan Isco. Klub tentu berusaha mengembalikan modal itu. Namun bahkan setelah Mesut Özil dikorbankan, masa depan Di María tetap saja tampak suram.

Namun, ia berhasil mempertahankan karirnya dengan bergeser lebih ke dalam, bukan lagi bermain di sisi sayap seperti sebelumnya, dan menjadi salah satu pemain paling penting bagi sang juara Eropa itu. Posisinya menjadi tidak tergantikan dan tidak mungkin dicopot, sedemikian rupa sehingga pelatih Carlo Ancelotti pun hampir menciptakan posisi khusus untuknya.

“Untungnya, di Madrid, saya punya pelatih yang, ketika segala sesuatu tidak berjalan dengan baik, dia selalu ada untuk mendukung saya,” kata Di María pada sebuah stasiun radio Argentina sebelum dimulainya Piala Dunia, dan tampaknya dia bukan satu-satunya manusia yang beruntung dari sikap Ancelotti yang penuh pengertian.

BACA JUGA  Atletico Datangkan Lacazette Jika Griezmann ke Manchester United

Pelatih Argentina Alejandro Sabella telah bereksperimen dengan menggunakan sistem pertahanan tiga orang di pertandingan pertama Argentina, sebelum beralih lagi dengan cepat ke sistem yang lebih diakrabinya, 4-3-3, untuk mendapatkan yang apa yang terbaik dari Messi.

Namun apa yang konstan terjadi adalah posisi Di María itu. Kemampuan adaptasinya berarti ia bisa memulai serangan dari sisi kiri lini tengah tapi kemudian bisa melebar ke mana pun, menyuplai bola untuk ketiga penyerang Argentina di depan.

Ini adalah salah satu lini tengah paling ideal. Ada Javier Mascherano si tukang tekel yang tangguh, Fernando Gago yang bisa menyuplai bola dari sisi dalam, dan Di María yang bisa sewaktu-waktu berubah menjadi penyerang keempat, dan ketika dibutuhkan mundur untuk menutup serangan lawan bilaman dibutuhkan. Tidak mengherankan jika Sabella dan Ancelotti mencintainya.

Meski ia tidak akan mendapatkan kredit sebesar pemain kunci seperti Lionel Messi, ia adalah orang kedua terpenting dalam tim nasional. Kedua sangat penting di tim, sama seperti perannya bagi Ronaldo di Real Madrid. Jika Argentina ingin menang dan terus maju ke babak berikutnya, mereka butuh orang seperti Di María.

 

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR