Beginilah Cara Lionel Messi (Dan Pemain Bola Lainnya) Ngemplang Pajak
Adalah manusiawi bahwa tak seorang pun suka bayar pajak. Apalagi di negara-negara Eropa, yang pajak individualnya bisa mencapai 45-55% sendiri bagi mereka yang tajir setajir-tajirnya, termasuk para pemain sepakbola elit. Bayangkanlah mendapatkan gaji Rp 2 Milyar per minggu, tapi setengahnya masuk ke kas negara. Hanya Rp 1 Milyar yang dinikmati sendiri. Tidak rela, kan?

Tapi pajak memang sendi utama kehidupan negara-negara Eropa. Mendekati setengah dari pendapatan negara-negara modern di Eropa datang dari pajak. Denmark misalnya 47%, Swedia 46%, Belanda 39%, dan Jerman 37%. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 12% saja.

Karena itu tidak mengherankan kasus dugaan penggelapan pajak seperti yang dilakukan Lionel Messi dikejar mati-matian oleh pengadilan Spanyol. Ia dituduh mengemplang pajak sebesar 4,2 million Euro, setara Rp 66,3 Milyar, yang merupakan hak pajak dari hasil pendapatan sponsor yang tidak dilaporkan ke dinas pajak.

BACA JUGA  Atletico Madrid Pertahankan Griezmann Satu Musim Lagi

Kalau lihat angka pajak individual Spanyol di kisaran 30% berarti duit yang berhasil disembunyikan mencapai tiga kali lipatnya, di kisaran Rp 180-190 Milyar.

Bagaimana caranya dia menyembunyikan duit sebesar itu? Beginilah cara Lionel Messi (dan pemain bola lainnya) ngemplang pajak.

Mereka mendirikan sejumlah perusahaan nominee, perusahaan yang nama-nama pendiri dan pengelolanya bukan atas nama Lionel Messi atau ayahnya, atau siapa pun terkait hubungan famili.

Secara teratur setiap kali ada dana masuk dari pihak sponsor, dana itu langsung ditransfer ke akun-akun bank milik perusahaan fiktif ini. Biasanya didirikan di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian hukum dengan Spanyol, atau memiliki perjanjian kerahasiaan nasabah bank yang sangat ketat.

Ngapain transfer ke perusahaan-perusahaan ini? Ya agar duitnya tidak dipajakin.

Dana itu ditransfer dengan alasan bermacam-macam. Biasanya alasan investasi. Dari PT A di negara X, duit akan ditransfer lagi ke PT B di negara Y, lalu ditransfer lagi ke PT C di negara Z. Begitu seterusnya sampai akhirnya balik lagi ke sebuah akun personal, lagi-lagi menggunakan nama fiktif, yang bisa ditarik oleh Lionel Messi atau anggota keluarganya.

BACA JUGA  Radamel Falcao Berhasil Bungkam Para Kritikus

Dalam kasus Messi, aliran dana berhasil dilacak pindah ke sebuah bank di Inggris, lalu ditransfer ke Swiss, lalu ke Uruguay, dan akhirnya ke Belize, sebuah negara di Afrika. Tujuannya agar sukar dilacak. Namun Messi sendiri agaknya tidak tahu apa-apa. Kecurigaan ditujukan ke mantan agennya dan ayahnya, Jorge Horacio Messi.

Ini cara yang lazim digunakan orang-orang kaya untuk menyembunyikan uangnya. Tidak heran jika mereka makin kaya saja, sementara kelas menengah yang patuh bayar pajak nasibnya begitu-begitu saja.

Sejauh ini sih Lionel Messi dan ayahnya menyetujui untuk membayar selisih dugaan pajak yang diduga digelapkan tersebut.

1 KOMENTAR

  1. Kalau di Kita tinggal deal saja sama orang2 di pajak. Minta berapa??? gampang kan. Contoh nyata perusahaan penginapan di daerah timur jakarta ngemplang pajak selama 5 tahun cukup ngobrol2 en kopi sama makan siang ama orang pajak. Hilang dah laporannya..

TINGGALKAN KOMENTAR