bola out cedera cheating curang Diving Fair Play penalti Di cabang olahraga lain kecurangan biasanya berupa doping, zat untuk menambah daya tahan tubuh. Tapi di sepakbola jauh lebih banyak dan amat kreatif! Ini dia daftarnya….

DIVING. Kalau nonton pertandingan bola kita mendapat kesan daerah penalti jauh lebih licin dan berlumpur karena di sana pemain cenderung jatuh, baik bersentuhan atau tidak dengan pemain lawan. Sebaliknya, pemain bertahan juga akan cenderung memperlihatkan salah satu hal berikut ini:

  • menggoyang-goyangkan jari, “Tidak terjadi apa-apa lho, bapak wasit”
  • melebarkan lengan sejauh mungkin, “Saya tidak melakukan apa-apa lho”
  • memberi sinyal terjun, sebagai simbol diving

FIFA sebelum ini sudah pernah menegaskan, wasit akan menindak keras setiap usaha melakukan diving di dalam kotak penalti, karena bentuk pelanggaran fair play, dan merusak arus permainan, merusak keindahan alur bola.

PURA-PURA CEDERA. Ini salah satu bentuk kecurangan yang kita lakukan sejak bayi, pura-pura sakit, cedera, luka agar mendapatkan simpati dari orang tua. Dan para pemain bola pun masih melakukannya untuk mendapatkan simpati wasit dan para penonton. Tujuan akhir adalah agar pemain lawan dijatuhi hukuman kartu kuning, atau kalau bisa kartu merah. Kalau soal cedera ini para pemain boleh mendapatkan piala Oscar untuk memampuan akting mereka. Teriakan, tindakan tangan melindungi lutut atau pergelangan kaki, atau kepala sungguh meyakinkan. Beberapa sampai berguling-guling. Lucunya, kalau wasit mengabaikan, biasanya mereka lalu bisa berdiri sendiri lalu berlari mengejar bola.

BACA JUGA  Hasil Bola Tadi Malam Selengkapnya

LEMPARAN KE DALAM. Bola out lalu ketika melempar bola ke dalam, pemain menyusuri lapangan sampai beberapa meter jauhnya dengan bola masih dipegang di atas kepala. Kecurangan jenis ini biasanya sudah diterima dan tidak diprotes lawan, atau dijatuhi hukuman wasit.

“BOLA SAYA, BOLA SAYA.” Pemandangan biasa ketika bola out. Semua pemain yang sedang berkejaran mengangkat tangannya, seolah itu milik mereka, lalu menampakkan wajah tidak percaya ketika bola diberikan ke lawan.

MENGULUR WAKTU. Ini juga biasa. Kiper tiba-tiba rajin mengukur lapangan ketika menjelang penalti. Atau pemain depan menekan-nekan rumput saat bola mati seolah lapangan miring dan baru terjadi gempa bumi. Biasanya terjadi ketika salah satu tim sudah mendapat keunggulan gol dan tidak ingin terburu-burumelanjutkan permainan.

BACA JUGA  Bintang Muda Monaco Diburu Enam Raksasa Eropa

STANDAR GANDA. Nah, perhatikan deh. Pemain yang suka diving, menipu, curang, merayu wasit, biasanya memiliki standar ganda: akan marah-marah kalau pemain lawan melakukan hal serupa. Mereka akan berteriak lebih keras, menekan wasit mengeluarkan kartu kuning.

Di ajang Piala Dunia 2014 ini pasti akan berulang. Ada beberapa pemain terkenal, kelas dunia, yang di laga liga sudah pernah terbukti curang. Ada pula yang melakukannya di Piala Dunia 2010 dan 2006, sampai mengusir sesma pemain satu klubnya, lalu mengedipkan matanya ke anggota tim. Bisa tebak siapa mereka?

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR