Jangan tidur. Sekuat-kuatnya cobalah tonton delapan laga tersisa dari perempatfinal hingga final. Sebab mungkin inilah turnamen Piala Dunia terbaik yang pernah ada dalam sejarah bola di planet bumi!

Ya, satu komisi FIFA sudah menyiapkan laporan perihal Piala Dunia 2014 Brasil yang akan disebut sebagai turnamen terbaik yang pernah digelar FIFA, antara lain dari sisi jumlah gol.

Dengan delapan pertandingan tersisa, dan rekor total 171 gol terancam dilampaui, komisi ini menyimpulkan bahwa kombinasi dari pelatih yang berani ambil resiko, generasi pesepakbola baru yang tak tertandingi, serta bakat menyerang dan persiapan yang mumpuni  telah membantu membuat Brasil 2014 begitu istimewa.

“Ini adalah Piala Dunia kesembilan yang saya ikuti, dan ini adalah yang terbaik dalam hal kualitas sepak bola dan hiburan,” kata Gerard Houllier dari TSG ( Technical Studies Group). “Beberapa laga sudah mirip basket, (pemain bergerak) dari ujung ke ujung, seperti Jerman vs Ghana dan Amerika Serikat vs Belgia. Saya terkesan dengan beberapa pelatih yang berkata, ‘Karena kita sudah kadung di sini, mari kita mainkan, apapun yang terjadi’.”

“Anda tahu bahwa biasanya setelah Piala Dunia, minimum 15 pelatih dipecat, jadi, ‘Mari kita mainkan’.”

BACA JUGA  Hasil Real Betis vs Sevilla, 25 Februari 2017

Pelatih timnas mungkin membutuhkan karir baru di klub atau timnas lain. Mereka harus menunjukkan bahwa mereka cukup baik untuk dipekerjakan. Itu yang mendorong mereka mengambil resiko untuk bermain lebih terbuka.

“Rekor total gol adalah 171 di Piala Dunia Prancis 1998, saat ini kita punya 154 gol dengan delapan laga sisa. Dan dengan rata-rata 2,75 gol per laga, rekor ini akan dengan mudah dilampaui.”

“Ada kontribusi dari sepakbola Spanyol dan Barcelona, yang telah diteruskan kepada banyak tim, yakni gaya bermain tempo tinggi dan kualitas tinggi, dan di Piala Dunia standar bermain itu dinaikkan lebih tinggi lagi.”

“Banyak tim bermain dengan dua striker, kadang-kadang tiga. Argentina bermain tiga striker melawan Swiss dengan Lionel Messi, Gonzalo Higuain dan Ezequiel Lavezzi. Di Eropa, mereka biasa bermain dengan satu striker tunggal dan tiga penyokong di belakang [seperti Inggris melakukannya di Brasil], sekarang biasanya mereka memiliki dua striker.”

Pengamatan soal semangat menyerang datang dari Sunday Oliseh, anggota lain TSG. “Anda akan berpikir bahwa di putaran kedua semua tim mungkin akan lebih berhati-hati, lebih kompak dan menunggu kesalahan dari tim lain, tapi ternyata tidak. Setiap orang telah mengagumkan. Pemain belakang menyerbu sampai ke lini tengah, tumpang tindih.”

BACA JUGA  Balotelli Dipotong Lidahnya Jika Kartu Merah Lagi

“Saya bertanya pada diri sendiri apakah semangat ini terjadi karena Piala Dunia diselenggarakan di Brasil?” kata Houllier. “Tim-tim Amerika Selatan memperlihatkan gigitan agresif di sini, sesuatu yang tidak saya lihat ketika mereka berlaga di tempat lain – tim-tim seperti Chile, Argentina, Brasil, Kolombia dan Uruguay, meskipun untuk Uruguay kata ‘gigitan’ bukanlah kata yang baik untuk digunakan!”

“Chile memang sudah berada di luar kompetisi tetapi inilah yang mereka lakukan: Sistem berani, teknik, semangat yang baik, energi yang baik, ditambah keinginan untuk menang!”

Houllier sediri melihat bahwa tidak pernah dalam satu Piala Dunia ada “begitu banyak striker bagus pada satu waktu”, meskipun pada tahun 1970 ada Pele, Teofilio Cubillas dan Gerd Muller  – dan Anda bisa mengatakan hal yang sama tentang kiper, juga.

“Kita memiliki satu generasi penyerang yang luar biasa sekarang, Neymar, Messi, Benzema, Van Persie, Robben, James Rodriguez, pemain top yang benar-benar memberikan segalanya,” kata Houllier. “Pemain besar membuat perbedaan seperti saat Messi melawan Bosnia, dan Neymar melawan Kroasia.”

 

TINGGALKAN KOMENTAR