Luke Shaw, Pemain 19 Tahun Bergaji Rp 2,5 Milyar Per Pekan

Ini dia profil Luke Shaw, bek Southampton, yang direkrut Manchester United dengan gaji Rp 2,5 Milyar per pekan. Shaw menjadi topik  kritik Jose Mourinho terhadap Louis va Gaal dan manajemen Manchester United.

Jika pemain 19 tahun digaji sebesar itu, kata oom Mou, maka semua pemain yang sudah membela Chelsea akan datang dan memprotes minta gajinya dinaikkan karena sudah membela klub di berbagai turnamen.

Siapa sih Luke Shaw? Mengapa ia bisa dihargai setinggi itu?

Luka Shaw sudah menjadi pembicaraan banyak orang di lingkungan Southampton selama beberapa tahun belakangan. Namanya bahkan dikaitkan dengan klub top dunia bahkan sebelum ia turun membela klubnya sendiri untuk kali pertama. Ia digambarkan sebagai ‘sangat berbakat secara teknis’, dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik Inggris.

Tahun 2012 ketika ia turun pertama kali membela Southampton vs Swansea, ia tercatat sebagai pemain termuda yang pernah turun di Liga Premier Inggris.

Banyak yang dengan seketika mengenalinya sebagai ‘Gareth Bale muda’. Untuk mencegah pencitraan itu membebani si pemain muda, sang manager Nigel Adkins menyatakan, “Kita harus menyebut Luke Shaw adalah Luke Shaw, dan kita harus membiarkannya menjadi Luke Shaw.”

BACA JUGA  Frank de Boer Merengek Ingin Manajeri Tim Premier League

Gareth Bale jauh lebih powerful dari Shaw. Dan meskipun keduanya memulai karir sebagai bek kiri, Bale belakangan beranjak menjadi pemain sayap kiri dan gelandang serang tengah. Sementara Shaw lebih kelihatan sebagai pemain bertahan. Namun sebagaimana Bale, pemain 19 tahun ini pun sangat cepat , dan itu sudah diperlihatkan pada berbagai kesempatan, salah satunya ketika Southampton secara mengejutkan berhasil menahan draw Chelsea 2-2 di pertengahan Januari 2014 lalu.

Shaw tampak tidak takut sama sekali dan tidak ada keraguan sedikit pun, dribbling bola dengan kecepatan tinggi di sayap kiri melewati César Azpilicueta, terus sampai ke dekat kotak penalti lawan sebelum memberikan umpan silang ke sisi kanan di mana Jason Puncheon berdiri dengan bebas. Skor sama 2-2! Southampton berhasil mraih satu poin ekstra.

Dan dribbling serta assist Luke Shaw nyaris sepanjang lapangan itu tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Begitu banyak manager mengamatinya. Termasuk Chelsea yang lalu mengincarnya, sayang gajinya terlalu tinggi dan menurut Mourinho akan merusak keseimbangan kamar ganti The Blues.

BACA JUGA  Jose Mourinho Tuding Ada Pemain Pengkhianat di Leicester City

Menurut kapten Adam lallana, “Tingkat kepercayaan diri dan kedewasaan yang dimiliki untuk tingkatan seumurnya sangat mengagumkan. Padahal dia masih 17 tahun.”

Untuk seorang bek penuh seperti Shaw, ia juga dibekali tubuh kokoh setinggi 1,82 meter, yang menjadikannya kompetitif untuk pertarungan memperebutkan bola di udara. Ia juga memiliki timing yang baik kapan musti melompat untuk memaksimalkan jangkauan kepalanya.

Pernghargaan atasnya sebenarnya sudah muncul dengan undangan untuk memperkuat skuad U21 Inggris selagi ia masih berusia 17 tahun.

“Saya ingin memaksa diri saya sejauh yang saya bisa. Saya ingin bermain di tim senior, tapi saya harus mengambil kesempatan ini selagi ada,” katanya. Piala Dunia 2014 lalu mungkin agar terlalu awal baginya untuk membuktikan diri, tapi Euro 2016 adalah ajang pamer besar untuknya, bahwa ia layak digaji Rp 2,5 Milyar per pekan dan transfer fee Rp 589,7 Milyar dari MU ke Southampton.

TINGGALKAN KOMENTAR