Brasil Bundesliga Liga Inggris Liga Jerman Premier League Sepak Bola

 

Memprediksi juara dunia memang tidak mudah.

David James, mantan kiper nasional Inggris memelototi data statistik juara dunia sejak beberapa belas tahun silam, dan dengan data itu ia memindahkan taruhannya dari Brasil ke sebuah tim lain. Baca deh, analisanya.

Ia menyimpulkan, tuan rumah agak berat peluangnya untuk menjadi juara dunia 2014 karena hanya sedikit pemain mereka yang tahun ini berlaga di liga lokal Brasil. Apa hubungannya?

Tahun 2006 dan 2010 ketika Tim Samba tersisih di perempatfinal, masing-masing tahun itu mereka hanya memiliki 3 awak tim yang berlaga di liga lokal. Tahun 2014 ini, hanya empat orang berasal dari kompetisi dalam negeri.

Lho, bukannya memiliki pemain-pemain timnas yang merumput di liga-liga kompetitif di Eropa jauh lebih bagus? Lebih terasah? Lebih terbiasa dengan trik-trik kelas dunia?

Lihat data berikut ini. Terakhir kali Brasil menang Piala Dunia, tahun 2002, lebih dari setengah isi skuad mereka – 13 pemain – merumput di liga domestik Brasil. Di Prancis 1998, ketika runner up, kalah dari tuan rumah, 10 pemain berasal dari dalam negeri. Lalu di tahun 1994, Brasil berhasil mengangkat trofi dengan bantuan 11 pemain liga lokal.

Apa hebatnya liga lokal?

Menurut David James yang menulis di The Guardian, semakin banyak anggota tim dari liga yang sama, mereka akan semakin solid dan terikat satu sama lain karena sudah terbiasa main dengan gaya yang sama. Itu faktor penting.

Kedua, liga lokal Brasil memakan waktu lebih sedikit bulan. Kompetisi liga domestik Serie A Brasil dimulai Mei, berakhir Desember. Sementara liga-liga Eropa rata-rata mulai September dan berakhir di Mei. Jadi pemain punya lebih banyak waktu untuk istirahat dan membiarkan tubuh pulih dari cedera. Hal ini tidak terjadi dengan rekan-rekan mereka yang merumput di Eropa yang main satu musim penuh sampai bulan Mei. Apalagi jika klubnya lolos sampai ke babak-babak akhir Champions, main sampai dengan akhir Mei.

BACA JUGA  Kiper Leicester City Bantah Ada Pemberontakan!

Menurut dia, itulah alasan sesungguhnya mengapa Brasil bisa juara dunia di tahun 1994 dan 2002, serta runner up di 1998.

Tapi, diakuinya, hal ini memang sulit karena begitu sebuah tim menjadi juara dunia, pemain-pemain mereka yang belum terkenal akan segera dibajak, ditawari pindah ke klub-klub kaya raya di Eropa. Siapa tidak tergiur? Lihat misalnya kasus Spanyol. Tahun 2010 ketika juara dunia, 20 pemain mereka merumput di La Liga, yang sudah cukup prestisius, namun hanya punya 2 tim besar nan kaya, Real Madrid dan Barcelona. Tahun 2014? Hanya 14 pemain masih main di La Liga. Sisanya sudah dibajak ke mana-mana.

Lalu, menurut kiper yang kini main untuk Íþróttabandalag Vestmannaeyja, sebuah klub Islandia, siapa tim yang layak dijagokan jadi juara? Spanyolkah? Inggris?

Khusus Inggris, ia menilai tim ini akan tampil lebih baik saat mereka memiliki pasukan inti yang terdiri dari beberapa individu pemenang. Di masa lalu pasukan inti ini sering berarti sekelompok pemain berdarah Inggris dari Manchester United yang memenangkan ini-itu, trofi macam-macam sepanjang musim.

“Pemain yang sukses membawa sesuatu dalam diri mereka. Mereka memiliki mental juara, suatu acuan bagi keseluruhan tim. Jika sepertiga dari skuad Anda telah memenangkan liga, atau jika memenangkan sesuatu musim ini, ada mental juara yang mengisi dan mendorong sisa pemain Inggris lainnya. Semua orang dalam tim kagum, ingin meniru mereka, dan membiarkan atmosfer sukses mempengaruhi mereka. Ini adalah inspirasi, dan yang paling penting dari semua, itu memberdayakan keseluruhan tim,” tegasnya.

Lihat saja skuad Inggris ke Afrika Selatan tahun 2010. Pemain inti terbanyak berasal dari Tottenham Hotspur, yakni dengan lima pemain. Apa yang mereka menangkan musim itu? Tidak ada. Mereka finish di urutan keempat. Itu adalah prestasi besar bagi mereka, merebut satu jatah Liga Champions untuk pertama kalinya, namun itu bukanlah daya dorong yang dibutuhkan untuk menumbuhkan mental juara dunia.

BACA JUGA  Prediksi Leicester City vs Liverpool, 28 Februari 2017

“Saya sebagai kiper yang mengenakan kemeja No1 untuk turnamen (2010), baru saja kehilangan final FA Cup (2010, vs Chelsea) dan baru saja terdegradasi bersama Portsmouth musim itu,” tutur James. “Ada sesuatu yang salah dengan sistem sampai manager (waktu itu) harus memilihku yang berusia 39 tahun ini hanya karena yang terbaik yang ada di Inggris.”

Tahun ini pasukan inti The Three Lions seharusnya berasal dari Liverpool. “Saya pikir mereka tidak terlalu jatuh moralnya karena kehilangan gelar juara di pekan terakhir. Tidak seperti Arsenal yang duduk di puncak klasemen selama berminggu-minggu, perasaan kehilangan Liverpool jauh lebih ringan,” tutur kiper berusia 43 tahun ini.

Tapi pemain Inggris yang telah memenangkan sesuatu musim ini hanya ada empat orang di dalam skuad, dua dari Manchester City (kiper Joe Hart dan James Milner), dan dua dari Arsenal (James Wilshere dan Alex Oxlade-Chamberlain). “Empat orang sih bukan pasukan inti dari skuad, itu hanya penggembira,” tukas kiper yang membela Inggris 1997-2010, seperti dikutip gilabola.com.

Meski demikian ia memprediksi Inggris akan sukses melewati babak penyisihan grup.

Lalu siapa dong yang paling berpeluang juara, jika menilik data pasukan inti pemegang trofi, dan kesatuan pemain yang berasal dari liga yang sama? Cek pendapat para ahli perbankan soal calon juara dunia 2014.

Jerman! Mereka punya 11 pemain yang baru saja memenangkan trofi di dalam tim mereka, dan 17 pemain berbasis liga yang sama, yakni Bundesliga. Selain itu mereka peringkat kedua di dunia di bawah Spanyol, dan menduduki urutan ketiga pada Piala Dunia 2010. “Dan mereka selalu menang adu penalti,” pungkas kiper yang 53 kali turun membela Union Jack ini.

Brasil Bundesliga Liga Inggris Liga Jerman Premier League Sepak Bola

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR