Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengatakan bahwa Manolo Gabbiadini tidak cocok dengan sistem permainan pelatih Maurizio Sarri.

Para ahli mungkin sudah menemukan penyebab mengapa pemain-pemain sepakbola terkenal dipergoki selingkuh, celup sana celup sini. Menurut riset, main sepakbola dan mencetak gol meningkatkan kadar testosteron pria sebesar 30 persen.

Hormon testosteron bertanggung jawab untuk hasrat seks, dan juga agresifitas.

Para ilmuwan mengukur hormon seks ini segera setelah pertandingan usai dan menemukan bahwa para pemain memiliki kadar 30 persen lebih tinggi. Dan bahkan satu jam setelah laga usai pun, kadar testosteron mereka masih 15 persen lebih tinggi dari kadar normal.

Pesepakbola yang bermain sebagai penyerang dalam sebuah pertandingan cenderung merasakan lompatan hormon terbesar, terlepas dari usia mereka, studi ini menemukan.

ashley cole Gol hormon testosteron john terry Liga Inggris Pemain Sepakbola Premier League ryan giggs Sepak Bola
Lonjakan kadar testosteron ini mungkin menjelaskan mengapa begitu banyak pemain terkenal, seperti mantan pemain Manchester United Ryan Giggs yang sudah berusia 38 tahun dan sudah menikah itu ternyata berselingkuh dengan mantan kontestan Big Brother, Imogen Thomas (foto atas) yang memang tubuhnya aduhai itu. Giggs juga berselingkuh dengan istri dari adiknya sendiri, Natasha Giggs (foto bawah), 29 tahun. ashley cole Gol hormon testosteron john terry Liga Inggris Pemain Sepakbola Premier League ryan giggs Sepak Bola

BACA JUGA  Jose Mourinho Tuding Ada Pemain Pengkhianat di Leicester City

Bek Chelsea Ashley Cole, 31, juga dilaporkan menyelingkuhi lima perempuan lain di belakang punggung istrinya, Cheryl, 28 tahun.

Kapten Chelsea John Terry memiliki hubungan rahasia dengan istri rekan setimnya saat itu, Vanessa Perroncel (30 tahun), yang merupakan pasangan Wayne Bridge.

ashley cole Gol hormon testosteron john terry Liga Inggris Pemain Sepakbola Premier League ryan giggs Sepak Bola

Yang paling fenomenal tentu Wayne Rooney yang beberapa kali berselingkuh dengan pelacur, salah satunya nenek-nenek.

Para peneliti kasus testosteron ini membandingkan studinya dengan mempelajari para petani di lokasi terpencil Tsimane di Bolivia. Suku ini terkenal memiliki laki-laki yang umumnya memiliki lebih sedikit testosteron dibanding laki-laki lain di dunia.

ashley cole Gol hormon testosteron john terry Liga Inggris Pemain Sepakbola Premier League ryan giggs Sepak Bola

Pria Tsimane mempertahankan jumlah testosteron yang relatif stabil di seluruh rentang hidup mereka dan menunjukkan lebih sedikit kejadian obesitas, penyakit jantung, dan penyakit lain yang terkait dengan usia yang lebih tua.

Ben Trumble, seorang mahasiswa pascasarjana antropologi di University of Washington yang turut menulis penelitian ini, mengatakan kepada Science Daily:  “Mempertahankan testosteron dalam tingkat tinggi secara terus menerus akan merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga masuk akal untuk menjaganya tetap rendah dalam lingkungan di mana parasit dan patogen masih merajalela, seperti lokasi di mana suku Tsimane hidup.”

BACA JUGA  Leicester City Dikecam Oleh Banyak Manajer Bola

Ben Trumble dan rekan-rekan penulisnya lalu mengadakan turnamen sepakbola untuk delapan tim suku Tsimane, guna memerika kenaikan kadar testosteron mereka usai pertandingan.

Kenaikan kadar testosteron menunjukkan bahwa lonjakan persaingan akibat hormon itu adalah aspek fundamental dari biologi manusia yang tetap ada bahkan jika itu meningkatkan risiko penyakit atau infeksi.

Michael Gurven, penulis lainnya yang juga profesor antropologi di University of California Santa Barbara, menambahkan: “Yang menarik adalah bahwa meskipun berada di lingkungan yang lebih banyak patogen, ternyata masih penting untuk meningkatkan testosteron dalam jangka pendek demi kepentingan energi dan kompetisi.”

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR