curitiba stadion tidak selesai World Cup 2014

 

Dari 12 stadion di 12 kota berbeda, satu ternyata belum sepenuhnya selesai. Seperti terlihat di video berikut ini, stadion ini masih memerlukan sejumlah pengerjaan, yang menurut perhitungan ahli, membutuhkan beberapa pekan untuk bisa selesai.

Jika pada saat yang dibutuhkan belum juga usai, maka kemungkinan besar FIFA akan memindahkan laga-laga di stadion ini ke stadion kota lain.

Stadion di Curitiba yang berkapasitas 40.000 tempat duduk ini menjadi tuan rumah untuk 4 laga penyisihan grup, yakni:

  • Iran-Nigeria (Grup F) 17 Juni dinihari WIB
  • Honduras-Ekuador (Grup E) 21 Juni subuh WIB
  • Australia-Spanyol (Grup B) 23 Juni malam WIB
  • Aljazair-Rusia (Grup H) 27 Juni dinihari WIB

Siap-siap saja terjadi penundaan, kekacauan, atau pemindahan waktu siaran langsung TV jika keempat pertandingan itu harus disajikan di stadion berbeda.

Panitia lokal pekan lalu sudah menyerahterimakan semua stadion kepada FIFA selaku penyelenggara.

Sebenarnya tanda-tanda Curitiba tidak akan sepenuhnya selesai sudah terlihat ketika tenggat 31 Desember 2013 terlampaui. Salah satunya adalah gedung enam lantai dengan kerangka logam yang seharusnya jadi pusat media internasional, tempat para wartawan bekerja. Karena tidak akan selesai sampai Juni maka jurnalis akan ditempatkan di tenda-tenda di tempat parkir di sampingnya.

Selain bagian dalam stadion dan media center Curitiba, sebenarnya ada banyak proyek akan ditinggalkan setengah jadi, ditunda sampai setelah turnamen, atau diabaikan begitu saja.

Sebuah monorel yang menghubungkan Congonhas, bandara domestik Sao Paulo di sebelah selatan kota, awalnya direncanakan untuk Piala Dunia, tetapi tidak akan selesai sampai 2015. Demikian juga pembangunan terminal baru 3 di Bandara Internasional kota Guarulhos masih berlangsung. Hanya akan ada delapan dari 25 penerbangan yang direncanakan beroperasi di terminal itu selama Piala Dunia.

Di kota timur laut, Fortaleza, pekerjaan untuk memperluas terminal penumpang tidak akan selesai tepat waktu, dan otoritas bandara merencanakan membangun sebuah ‘terminal sementara’ selama 90 hari sebagai gantinya. Sedangkan di Cuiabá, sebuah sistem kereta layang paling cepat baru akan selesai pada akhir tahun ini.

TINGGALKAN KOMENTAR