Barcelona pep guardiola Tito Vilanova

 

Tak hanya keluarga besar Barcelona FC, publik sepakbola dunia pun ikut berduka atas kepergian sosok yang dianggap memiliki bakat mewarisi kedigdayaan Barca dari Josep Guardiola. Sebagai penghormatan terakhir, redaksi menyusun catatan singkat dari perjalanan karir pelatih Tito Vilanova.

 

Awali Karir di La Masia

Tito Vilanova datang ke klub saat ia masih berusia 15 tahun, kala itu ia menjalani ujicoba dari klub UE Figueres di musim 1984/85.

Ia baru berusia 16 tahun kala masuk ke La Masia untuk kali pertama di dalam hidupnya.

 

Pertemuan dengan Guardiola

30 Juni 1989 adalah saat di mana Tito bertemu pertama kali dengan beberapa sahabat kentalnya di Barcelona, seperti Josep Guardiola, Jordi Roura, dan Aureli Altimira.

Saat itu Tito dikenal dengan julukan The Marquis, seorang gelandang tengah yang memiliki skill luar biasa dan dikenal dengan kemampuan membaca permainan serta tendangan bebas yang di atas rata-rata.

Sebagai pemain Barca, Tito bermain untuk tim utama di dua laga persahabatan pada tahun 1989. Setelah itu ia memutuskan untuk membela Figueres, Celta, Badajoz, Mallorc, Lleida, Elche, dan Gramenet, hingga kemudian akhirnya memutuskan pensiun sebagai pemain.

 

Pilihan Karir Sebagai Pelatih

Di Camp Nou, Tito pertama kali menangani tim U-14 Barca, yang terdiri dari beberapa pemain bintang seperti Gerard Pique, Cesc Fabregas, dan Lionel Messi. Setelah itu, ia sempat menangani tim lain seperti Palafrugell, Figueres, dan Terassa.

BACA JUGA  Atletico Madrid Pertahankan Griezmann Satu Musim Lagi

Sebagai pelatih, Tito dikenal amat kritis, jeli, dan kerap banyak melakukan gestur yang eskpresif ketika ia mendampingi timnya di pinggir lapangan.

 

Duet dengan Guardiola

Tito kembali ke Barcelona di musim 2007/08, kali ini ia menjadi asisten dari Pep Guardiola di Barca B, yang membantu tim promosi ke divisi 2B.

Satu tahun kemudian, duet Tito dan Pepe memimpin tim utama dan mempersembahkan tak kurang dari 14 gelar penting dalam kurun waktu empat tahun. Tim menulis ulang buku sejarah di tahun 2009 dengan memenangkan enam trofi yang tersedia di semua kompetisi: Liga Champions, La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antar Klub.

 

Meneruskan Barca Guardiola

Pada 27 April 2012, Tito ditunjuk menjadi suksesor Guardiola, yang memutuskan untuk meninggalkan klub. Keputusan tersebut disetujui oleh direktur olahraga Andoni Zubizarreta, presiden Sandro Rosell, dan segenap dewan direksi klub.

Hasilnya sungguh diluar dugaan banyak orang. Barca memenangkan gelar juara liga. Mereka mendominasi kompetisi, memimpin tabel persaingan dari hari pertama dan mendapat 100 poin dari kemungkinan maksimal 114 untuk menyamai rekor Real Madrid di musim 2011/12. Tim juga mencatatkan rekor produktifitas gol dengan 115 gol di 38 laga atau rata-rata tiga gol per laga.

BACA JUGA  Andoni Zubizarreta Komentari Filosofi Bola Lionel Messi

Total, tim mengumpulkan 32 kemenangan, empat hasil imbang, dan dua kekalahan. Mereka unggul 15 poin dari Real Madrid. Selain itu mereka juga bisa masuk ke semifinal Liga Champions.

 

Penghargaan Pribadi

Prestasi Tito lantas mendapat penghargaan dari harian Marca dan Mundo Deportivo. Keduanya sepakat menyebutnya sebagai Manajer Terbaik Tahun Ini.

Mantan manajer Bayern Munich, Jupp Heynckes diundang untuk mempersembahkan penghargaan dari media Catalan tersebut, yang kemudian diterima oleh Andoni Zubizarreta.

Menurut Heynckes: “Di bawah asuhan Tito, tim memainkan sepakbola yang fantastis, sama seperti biasanya. Tito adalah manajer yang hebat. Ia terus bekerja keras dan pantang menyerah. Ia memiliki hubungan yang baik dengan para pemain. Ia memiliki aura yang positif. Tidak hanya memberi contoh untuk dunia olahraga, namun juga untuk dunia ini secara umumnya. Saya mendoakan ia beruntung, karena ia memang pantas mendapatkannya. Ia adalah seorang juara di dunia olahraga dan kehidupan ini.”

 

Kalah Dengan Penyakit

Tito memang tak bisa berlama-lama menangani Barca. Pada 22 November 2011, ia harus menjalani perawatan untuk penyakitnya dan tidak bisa terlalu sering mendampingi klub di sepanjang musim 2012/13. Akhirnya di awal musim lalu, tepatnya pada 19 Juli 2013, ia dinyatakan tidak berada dalam kondisi yang cukup baik untuk melaksanakan tugasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR