Ricuh Suporter Gresik United vs PS TNI, Banyak Korban Luka-luka

Berita Bola — Laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) yang mempertemukan Gresik United dan PS TNI, Minggu (22/5), ternoda oleh kericuhan antar suporter. Puluhan suporter dilaporkan mengalami luka-luka.

Gresik United, PS TNI, Ricuh Suporter, TSC, 23052016

Berita Bola — Laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) yang mempertemukan Gresik United dan PS TNI, Minggu (22/5), ternoda oleh kericuhan antar suporter. Puluhan suporter dilaporkan mengalami luka-luka.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Petrokimia itu berakhir imbang 0-0. Bukan karena hasil imbang, atau keputusan wasit yang tidak fair jadi penyebab kericuhan antar suporter itu, melainkan hanya gara-gara pemindahan spanduk salah satu tim yang bertanding.

Menurut berita yang dilansir Goal dari beberapa media lokal, setidaknya ada 50 orang suporter mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat kericuhan tersebut. Seperti dilaporkan beritajatim, 28 orang suporter yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS Graha Petrokimia dan 22 dirawat di RSUD Ibnu Sina. Sebagian besar mengalami luka di wajah.

Kericuhan itu berawal dari panggung dirigen di tribun Ultrasmani (suporter Gresik United) yang diambil oleh suporter PS TNI. Lantas Ultras memilih untuk menggunakan panggung lain. Spanduk suporter PS TNI yang memenuhi tribun Ultras diminta untuk dipindah namun tak dihiraukan, hingga akhirnya ada beberapa suporter Ultras yang memindahkan spanduk PS TNI. Hal itu tidak diterima oleh suporter PS TNI.

Suporter PS TNI marah dan lantas mengejar Ultras yang memindahkan spanduk tadi. Saat menyerang itulah beberapa suporter terkena pukulan hingga mengalami luka-luka. Insiden terjadi saat pertandingan belum berjalan lima menit. Demi menjaga kenyamanan, pertandingan pun sempat dihentikan sementara, dan dimulai lagi dari awal setelah kondisinya kondusif.

Untuk biaya perawatan dan pengobatan para suporter yang luka-luka itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan manajemen PS Gresik untuk menanggungnya. “Soal biaya kami sudah kordinasi dengan owner Persegres, yang penting korban dirawat sembuh dulu,” katanya.

Di sisi lain, Dandim Gresik Letkol Arh Hendro Setyobudi tak menyangka kericuhan tersebut bakal terjadi. “Kejadiannya di luar prediksi, lagi pula kewenangan saya terbatas,” ungkap Hendro.

Sepakbola.cc