Terluka Di Laga Kontra Arema FC, Begini Reaksi Pelatih Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung Mario Gomez berharap suporter Indonesia bisa memilih cara yang lebih baik dalam mendukung tim kesayangannya.
Pelatih Persib Bandung Mario Gomez berharap suporter Indonesia bisa memilih cara yang lebih baik dalam mendukung tim kesayangannya.

Berita Bola – Pertandingan Arema FC kontra Persib Bandung pada pekan ke-4 Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4) malam, berakhir ricuh. Pelatih Persib, Mario Gomez ikut jadi korban kebrutalan oknum suporter.

Ratusan pendukung Arema FC menyerbu ke tengah lapangan pada injury time (90+2). Diduga mereka tak puas dengan kepemimpinan wasit di laga yang berakhir imbang 2-2 tersebut. Para suporter yang beringas itu melakukan aksi lempar dan menyerang para ofisial dan petugas keamanan yang berusaha menghalau mereka.

Untuk menghentikan aksi brutal itu, pihak kepolisian yang berjaga di dalam stadion pun terpaksa melontarkan gas air mata. Puluhan orang mengalami gangguan pernapasan terkena gas air mata itu.

Rupanya pelatih Persib, Mario Gomez, ikut jadi korban dalam kericuhan tersebut. Dia mengalami luka di dekat pelipis kanan akibat terkena lemparan batu dari oknum suporter. Pelatih asal Argentina itu harus mendapatkan perawatan dari tim dokter.

Dalam pernyataannya di situs resmi klub Persib, Mario Gomez mengatakan kondisinya baik-baik saja. Dia juga tak mempermasalahkan insiden yang menimpa dirinya. Namun dia mengaku baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini selama karirnya.

Advertisement

“Saya sudah memaafkan mereka (oknum suporter di Kanjuruhan),” ujar Gomez. “Sudah tidak apa-apa. Beruntung ini hanya luka kecil saja. Tetapi, jujur ini yang pertama kali bagi saya selama berkarier di dunia sepakbola. Saya rasa, luka ini kemarin ada seseorang yang melempar batu dari atas.”

Lebih lanjut Mario Gomez mengharapkan agar para suporter sepak bola bisa memilih cara yang lebih baik dalam membela timnya. Dia tidak membenarkan kekerasan terjadi di dunia sepakbola.

“Hal seperti ini tidak bisa terjadi terus menerus dalam sepakbola. Jangan lakukan kekerasan, itu sangat merugikan tim kalian,” kata Gomez. “Jika kita bisa menerima setiap hasil, baik itu menang, seri atau kalah, sepakbola akan menjadi terasa lebih indah.”