Bos Liverpool Ogah Tanggapi Jamie Carragher

Jurgen Klopp, manajer Liverpool.
Jurgen Klopp, manajer Liverpool.

Jurgen Klopp ogah menanggapi ucapan Jamie Carragher dan Graeme Souness perihal Trent Alexander-Arnold usai klub Liga Inggris Liverpool dikalahkan Manchester United.

The Red Devils memantapkan posisi di peringkat kedua papan klasemen sementara Liga Inggris usai menyabet tiga poin di Old Trafford usai menundukkan The Reds 2-1, Sabtu (10/03) malam WIB kemarin.

Di laga tersebut Alexander-Arnold terlalu mudah dikelabui oleh Marcus Rasford sehingga pesepak bola asal Inggris itu mencatatkan namanya dua kali di papan skor.

Pada gol pertama Alexander-Arnold mampu dikecoh Rashford dengan mudahnya dan untuk gol kedua ia tidak bisa menjaga pemain depan United itu dengan baik sehingga mampu melesakkan tendangan dengan bebas.

Kritikan terhadap Trent Alexander-Arnold pun muncul dari mulut Graeme Souness dan Jamie Carragher, sebelum mantan bek Liverpool itu meludahi seorang gadis 14 tahun, usai diledek soal kekalahan The Reds di Old Trafford.

Advertisement

Akan tetapi Jurgen Klopp merasa bingung sebab kritikan yang diarahkan untuk Alexander-Arnold itu salah sasaran. “Saya tidak mengerti. Jika Anda tidak memberitahu saya [tentang ucapan tersebut], saya tidak akan pernah menontonnya. Apa yang orang-orang katakan tidak ada bedanya untuk saya,” kata pria asal Jerman ini.

“Apa yang mereka katakan? Mereka berkata kami bertahan dengan buruk? Jika seseorang berkata ini kesalahan Trent seorang, maka orang yang berucap demikian tidak mengerti sepak bola dan saya tidak akan menyimak ucapannya.”

“Dejan Lovren, di jegalan pertama, bisa berakhir berbeda, tapi sulit. Kami tidak berada di area tersebut untuk mengejar bola kedua dan adanya hanya Trent [di gol pertama].”

“Saya harus menyaksikan lagi pertandingan ini tapi ketika saya melihat gol tersebut, Rashford memang bermain brilian dan di saat Trent akan melakukan hadangan, Rashford menendang bola.”

“Dia terlalu lamban dan di momen berikutnya Rashford melakukan tendangan. Ini sebuah pergerakan sempurna dari seorang striker dan kami tidak bisa mempertahankan apapun.”

“Sangat mudah untuk berkomentar tapi saya tidak tertarik. Mereka [komentator] tidak memberikan kami poin dan tidak juga menghilangkan poin. Mereka hanya menghantarkan pesan-pesan yang baik dan juga buruk. Hanya itu.”

“Kami kalah 2-1 tapi semua orang melihat kami bermain dengan kuat. Kami membuat United kesulitan, [tapi] dengan tertinggal dua gol, sangat jarang bisa membalikkan sebuah laga dari United. Kami hampir mampu [membalikkan ketertinggalan] dan seharusnya bisa melakukannya.”