Legenda Barcelona Tangani Klub Belarusia, Tahu Letaknya di Mana?

Diego Maradona, legenda Barcelona, Napoli asal Argentina, membentangkan bendera Belarusia setelah ditunjuk menjadi chairman FC Dynamo Brest, sebuah klub di sisi barat negeri kecil itu, dekat perbatasan Polandia.
Diego Maradona, legenda Barcelona, Napoli asal Argentina, membentangkan bendera Belarusia setelah ditunjuk menjadi chairman FC Dynamo Brest, sebuah klub di sisi barat negeri kecil itu, dekat perbatasan Polandia.

Gilabola.com – Kamu tahu negara Belarusia? Legenda Barcelona dan Argentina, Diego Maradona, kini menjadi petinggi pada sebuah klub kecil di negara kecil pecahan Uni Soviet tersebut.

Diego Maradona hari ini baru saja ditunjuk sebagai chairman atau ketua untuk sebuah tim divisi pertama di negara Belarusia, FC Dynamo Brest.

Legenda Argentina berusia 57 tahun itu baru saja menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan akan segera mengambil peran tersebut setelah Piala Dunia usai.

Maradona meninggalkan posisinya sebagai pelatih Al Fujairah bulan lalu setelah tim gagal meraih promosi otomatis dari divisi kedua Uni Emirat Arab.

Advertisement

Al Fujairah adalah tim kedua yang diasuh oleh sang pemenang Piala Dunia tersebut, setelah menghabiskan satu tahun memimpin Al-Wasl.

Mantan pemain depan Barcelona dan Napoli itu juga pernah punya pengalaman mengelola tim nasional Argentina dari 2008 hingga 2010, namun berujung kegagalan.

Dynamo bermarkas di kota Brest, di sisi Belarusia, dekat perbatasan dengan Polandia. Mereka duduk di urutan kedelapan di divisi Premier League Belarusia dan akan menghadapi Bate Borisov di final Piala Belarusia pada hari Sabtu ini. Klub itu mengatakan, peran Maradona adalah “berurusan dengan pengembangan strategis klub”.

Maradona bermain di empat ajang Piala Dunia FIFA, termasuk Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana ia menjadi kapten Argentina dan memimpin mereka meraih kemenangan atas Jerman Barat di final, dan memenangkan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen tersebut.

Pada perempatfinal Piala Dunia 1986, ia mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas Inggris. Dua golnya itu tercatat sejarah sepakbola dengan dua alasan berseberangan. Gol pertama berupa handball yang dibiarkan, yang dikenal sebagai “Tangan Tuhan”, sementara gol kedua terjadi setelah ia menggiring bola sejauh 60 meter, melewati lima pemain Inggris, terpilih menjadi “Gol Abad Ini” oleh para pemilih di FIFA.com pada tahun 2002.