PSG Terpaksa Jual Neymar Karena Sanksi Financial Fair Play

Neymar, bintang PSG.
Neymar, bintang PSG.

Klub Liga 1 Prancis Paris Saint-Germain (PSG) dilaporkan bisa dipaksa untuk menjual Neymar di musim panas karena aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA.

PSG mendatangkan Neymar dari Barcelona dengan biaya rekor dunia Rp 3,4 triliun di musim panas 2017 setelah mengaktifkan klausul pelepasan yang tercantum pada kontraknya.

Pemain asal Brasil itu dibawa ke ibukota Prancis untuk membantu tim asuhan Unai Emery memenangkan Liga Champions yang prestisius.

Namun penyerang berusia 26 tahun yang memiliki nama lengkang Neymar da Silva Santos Junior tersebut mengalami cedera retak tulang metatarsal pada telapak kakinya. Hal itu terjadi  saat melawan Marseille dalam pertandingan Ligue 1 di Parc des Princes, Senin (26/2/) dan sebagai akibatnya ia melewatkan kekalahan penting dari Real Madrid yang membuat mereka tersingkir dari Liga Champions.

Advertisement

Les Parisiens juga merekrut Kylian Mbappe dari AS Monaco pada awal musim dengan kesepakatan pinjaman selama 12 bulan. Namun kontraknya akan otomatis berubah permanen dengan biaya 160 juta pound (3,05 triliun rupiah) di akhir musim ini.

Tapi menjelang musim panas, PSG juga perlu tetap mematuhi peraturan FFP, namun media Spanyol El Gol Digital mengklaim mereka telah melanggarnya. Laporan tersebut mengatakan bahwa raksasa Ligue 1 harus melepaskan Neymar agar tidak melanggar peraturan FFP tersebut.

El Gol Digital menambahkan bahwa penjualan pemain berusia 26 tahun itu akan membuat Real Madrid waspada. Los Blancos sudah sejak lama ingin menjadikannya pemain pengganti Cristiano Ronaldo.

Los Blancos merencanakan perombakan besar-besaran pada skuadnya di musim panas dan Neymar adalah target utama mereka.

Penjaga gawang David de Gea dari Manchester United juga masuk dalam daftar target transfer mereka, sama halnya dengan kiper Chelsea Thibaut Courtois.