Ini Taktik yang Paling Dibenci Guardiola

Bayern Munchen hanya butuh hasil imbang tanpa gol atau 1-1 lawan Juventus pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (17/3/2016) dini hari WIB nanti. Tapi, pelatih Bayern Josep Guardiola menginstruksikan pemainnya untuk mengejar kemenangan.

 

Bayern Munchen hanya butuh hasil imbang tanpa gol atau 1-1 lawan Juventus pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (17/3/2016) dini hari WIB nanti. Tapi, pelatih Bayern Josep Guardiola menginstruksikan pemainnya untuk mengejar kemenangan.

Hasil imbang 2-2 pada laga leg pertama di Juventus Stadium tiga pekan lalu, memang menguntungkan bagi Bayern. Mereka tak perlu bekerja keras pada pertemuan kedua di Allianz Arena dinihari WIB nanti. Cukup dengan bermain bertahan agar tidak kebobolan, mereka dipastikan melaju ke perempat final dengan skor imbang 0-0.

Namun, pelatih Josep Guardiola rupanya tidak suka dengan gaya atau taktik bertahan total atau yang biasa dikenal dengan istilah “parkir bus”. Dia pun sangat membenci lawan yang menerapkan strategi bertahan untuk memenangi pertandingan.

Meski butuh gol agar bisa lolos ke babak perempat final, kubu Juventus diperkirakan akan bermain bertahan dalam laga di Allianz Arena nanti. Pasukan Massimiliano Allegri akan menunggu Bayern Munchen menyerang, dan di momen yang tepat mereka akan melakukan serangan balik yang mematikan.

“Juventus bisa bertahan dengan sepuluh pemain yang berkonsentrasi penuh. Saya tidak menyukai gaya (bertahan) seperti ini, tetapi tetap menyadari mentalitas Italia yang memberikan mereka banyak gelar,” kata Guardiola.

Tanpa banyak menguasai bola, Juventus memang terbukti masih produktif. Ini terlihat dari pertemuan pertama di Turin, 15 Maret 2016. Laga tersebut berakhir 2-2. Statistik yang dilansir UEFA menunjukkan, Juventus cuma menguasai 36 persen permainan pada laga pertama itu. Namun, mereka mampu menciptakan tujuh tembakan ke arah gawang, dua di antaranya berujung gol.

“Saya terkesan dengan cara main mereka. Mereka mampu mengendalikan permainan dengan sosok seperti Paul Pogba. Mereka juga bisa menyerang dan mencetak gol,” kata Guardiola.

Meski demikian, Guardiola mengatakan timnya sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi lawan yang bermain bertahan itu.¬†“Untuk menghadapi mereka, kami harus berada di level terbaik untuk meraih kemenangan. Kami menatap laga ini sebagai final,” tutur pria berkebangsaan Spanyol tersebut.

Tim-tim Italia memang terbukti menyulitkan Bayern. Dalam 37 pertemuan dengan wakil Negeri Pizza, The Bavarians meraih 14 kemenangan dan mengalami 15 kekalahan.

Sepakbola.cc