Zinedine Zidane Geram Disebut Rampok Kemenangan Juventus

Zinedine Zidane heran dengan orang yang masih mempertanyakan keunggulanReal Madrid atas Juventus di Liga Champions.
Zinedine Zidane heran dengan orang yang masih mempertanyakan keunggulanReal Madrid atas Juventus di Liga Champions.

Gilabola.com – Pelatih Zinedine Zidane tidak terima kesuksesan Real Madrid lolos ke semi final Liga Champions dianggap sebagai keberutungan.

Los Blancos hampir saja mengikuti jejak FC Barcelona – yang disingkirkan AS Roma – setelah dibobol tiga gol oleh Juventus di Santiago Bernabeu, Kamis (12/4) kemarin.

Tapi wasit Michael Oliver menunjuk titik putih kala Medhi Benatia mendorong Lucas Vazquez di kotak terlarang, yang berlanjut dengan pemberian kartu merah bagi kiper Gianluigi Buffon karena dianggap melakukan protes berlebihan.

Cristiano Ronaldo maju sebagai eksekutor dan sukses membobol gawang Wojciech Szczesny, dan berhak melangkah ke semi final karena menang agregat 4-3, setelah unggul 3-0 di Turin sepekan sebelumnya.

Namun kontroversi terus berlanjut. Buffon mengkritisi wasit asal Inggris tersebut, walau Alessandro Del Piero mengakui keputusan Oliver sudah tepat.

Advertisement

Berbicara pada konferensi pers jelang laga Malaga, Senin (16/04) dini hari WIB nanti, Zinedine Zidane tidak terima keberhasilan El Real itu disebabkan keberuntungan.

Ia bahkan sebut pihak-pihak yang berkata demikian sebenarnya iri dengan kesuksesan Real Madrid yang selangkah lagi memenangi piala ke-13 dan menjadi juara tiga musim beruntun.

“Ada pihak-pihak anti-Madridista. Kami tidak bisa mengubahnya. Kami hanya bisa terus melakukan apa yang saat ini kami kerjakan,” ujar pria asal Perancis ini.

“Tidak ada yang bisa mengubah sejarah klub. Tidak peduli apa yang tertulis atau dikatakan, Real Madrid adalah klub terbaik di dunia dan ketika Anda yang terbaik, maka akan menciptakan rasa cemburu.”

“Setiap orang boleh memutuskan apa yang mereka inginkan, apakah itu penalti atau bukan. Saya geram ketika mereka berkata itu perampokan. Saya akan memberikan pembelaan kepada para pemain. Madrid pantas untuk lolos.”

“Normal bagi masyarakat untuk berbicara. Saya hanya tidak mengerti kala mereka berkata itu perampokan. Juve melakoni laga dengan bagus tapi kamilah yang berhak lolos. Berbicara hal yang sama dalam waktu tiga hari terasa membosankan.”

“Saya kecewa bahwa mereka berkata Madrid lolos karena wasit. Kita bisa berbicara soal penalti tersebut. Bagi saya, itu penalti dan bagi yang lainnya tidak. Saya tidak percaya mereka berkata kami lolos karena bantuan wasit, bahwa itu perampokan. Itu tidak benar.”

“Keindahan sepak bola adalah setiap hal bisa terjadi. Kami tidak bermain buruk, kami melakoni laga dengan baik tapi bola tidak mau masuk ke gawang (Juve) dan itu menciptakan kegugupan dari kami. Tapi saya menyukainya. Itu sangat menarik dan pada akhirnya kami berhak lolos.”