 Saatnya Spanyol bikin sejarah Jumat, 27 Juni 2008
Spanyol menjuarai Piala Eropa pada 1964. Itu merupakan trofi bergengsi pertama dan terakhir yang pernah mereka raih sepanjang sejarah. Sejak itu Spanyol selalu terseok-seok di pentas internasional, baik Piala Eropa maupun Piala Dunia.
Padahal, mereka memiliki salah satu kompetisi liga terbaik di dunia. Tim nasionalnya pun selalu ditaburi bintang-bintang lapangan hijau. Hanya saja mereka tak mampu menjuarai pentas internasional.
Maka, ketika mereka secara meyakinkan berhasil menggulung Rusia 3-0 untuk merebut tiket ke final Euro 2008, Jumat dinihari tadi, seluruh pemain dan rakyat negeri itu begitu yakin kalau saatnya sudah tiba bagi mereka untuk mengukir sejarah jadi juara Eropa untuk kedua kalinya. Sejak Piala Eropa digulir tahun 1960, ini kali ketiga Spanyol lolos ke final setelah tahun 1964 (juara) dan 1984 (kalah dari Prancis).
"Tim ini siap membuat sejarah, dan kami mampu melakukan itu," ungkap striker Fernando Torres usai pertandingan. "Senang sekali rasanya kami mencapai final, dan bertemu Jerman di partai puncak. Ini akan menjadi pertandingan yang menarik," tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan gelandang Xavi Hernandez. "Setelah sekian lama tidak memenangi satu trofi pun, kini saatnya kami mengukir sejarah dengan menjadi juara," kata Xavi yang mencetak gol pembuka kemenangan Spanyol di menit ke 53. "Yah, mungkin Jerman lebih difavoritkan, tapi kami akan buktikan kalau kami juga bisa."
Di alun-alun Kota Madrid, puluhan ribu pendukung Tim Matador juga ikut larut dalam kegembiraan. Mereka bernyanyi dan menari-nari kegirangan setelah menyaksikan tim kesayangannya membantai Rusia 3-0 lewat layar lebar.
"Ini waktunya! Ya, benar ini waktunya Spanyol menjadi juara," teriak Juan, salah satu pendukung yang ikut berbaur dalam pesta kemenangan di alun-alun Madrid.
Sementara itu Pangeran Felipe yang menonton langsung pertandingan itu bersama istrinya di Vienna, juga tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Bahkan, dia beberapa kali bersorak dan memeluk istrinya.
Wakil Perdana Menteri, Maria Teresa Fernandez de la Vega yang mendampingi Sang Raja, juga berapi-api ketika ditunjuk untuk memberi komentar kepada pers. "Kami semua bahagia dan mencintai tim ini. Setelah gol kedua, kami langsung yakin bisa memenangi pertandingan dan benar adanya," jelasnya.
Di final Senin (30/6) dinihari, Spanyol akan ditantang Jerman, Pertandingan ini diperkirakan akan menarik, mengingat Jerman adalah tim spesialis turnamen yang sangat sulit ditaklukkan. Walau kurang meyakinkan penampilannya, Jerman yang mengandalkan permainan efektif secara pelan dan pasti bisa mengatasi lawan-lawannya.
Data menunjukkan, Spanyol dan Jerman terakhir kali bertemu di kompetisi resmi pada Piala Dunia 1994 yang berakhir dengan skor 1-1. Secara sekeluruhan, Jerman menang delapan kali dalam 19 pertemuan dengan Spanyol, sedangkan Spanyol menang lima kali, dan enam kali berakhir imbang. Tetapi di kompetisi resmi, Jerman menang empat kali, dan Spanyol dua kali, serta sekali imbang.
Lantas siapa yang akan jadi pemenang dalam final mendatang?
"Spanyol sedikit lebih bagus dan tangguh dibanding Portugal. Mereka lebih fleksibel, dan sulit diprediksi," ungkap pelatih Jerman Joachim Loew tentang calon lawannya. "Mereka menguasai bola dengan baik sekali, dan sulit diintersep lawan."
*** |
|
| Komentar Anda |
| Belum ada komentar, ayo jadi yg pertama !! |
|
|
Balas Komentar  |
|
|
|
|
|
|
|