agar bulutangkis Olimpiade 2012 dengan ganda putri Meiliana Djauhari/Greysia Polii greysia polii jung eun kim kim min jun Meiliana Mereka Olimpiade 2012 wembley arena Pasangan putri Indonesia, Meiliana Djauhari/Greysia Polii, didiskualifikasi dari cabang bulutangkis  Olimpiade 2012 karena dianggap melakukan tindakan yang mencederai prinsip fair play. Mereka dinilai bermain tidak serius alias “main sabun” agar kalah sehingga terhindar dari pertemuan dengan pasangan kuat asal China di babak perempat final.

Pertandingan yang dinilai tidak serius oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) itu terjadi pada laga terakhir penyisihan grup dimana Meiliana/Greysia Polii bertanding melawan pasangan Korsel Ha Jung-Eun/Kim Min-Jung. Dalam laga ini, pasangan Korsel Ha/Kim juga tidak bermain serius agar kalah. Namun pada skor akhir, Meiliana/Greysia yang kalah dengan skor set 21-18 14-21 dan 12-21.

Pasangan Meiliana/Greysia dan Ha Jung-Eun/Kim Min-Jung sengaja bermain tidak serius agar kalah dengan maksud agar terhindar dari pertemuan dengan pasangan kuat Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang di babak perempatfinal.

Selain pasangan Meiliana/Greysia terkena diskualifikasi, lawan mereka Ha Jung-Eun/Kim Min-Jun juga terkena diskualifikasi. Dua pasangan lainnya yang juga terkena diskualifikasi adalah pasangan Korsel Jung Kyung-Eun/Kim Ha-Na , dan unggulan teratas dari Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang. Pasangan kuat dari Cina ini  sengaja mengalah untuk menjaga skenario pertemuan mereka dengan kompatriotnya di partai final. Wang/Yu kalah 14-21 11-21 dari Jung/Kim hanya dalam waktu 23 menit.

BBC melaporkan para penonton di Wembley Arena sangat kecewa menyaksikan pertandingan “main sabun” yang diperagakan oleh pebulutangkis putri ini. Mereka mencibir dan bersiul panjang pada para pemain yang sering tampak sengaja memukul bola ke arah net, supaya kehilangan angka.

“Ini bukanlah Olimpiade sebagaimana mestinya,” cetus seorang relawan wanita yang mengaku sampai menangis menyaksikan insiden memalukan itu, tulis BBC.

13 KOMENTAR

  1. kalau mau jadi juara….ya juara sejati dong, menang teruuuuus dari awal pertandingan sampai naik podium mendapat medali emas, kok pake acara atur skenario segala…memelaukan

  2. mentalnya tolong ya , punya skill tapi punya mental tempe mendingan tidak usah jadi atlet . kalau sudah dikirim mewakili Indonesia seharusnya sudah siap membawa nama baik indonesia , kasih yang terbaik untuk negara ini . kalaupun menang syukur2 bisa membawa nama harum negara ini , kalau kalah juga tidak masalah yang penting sudah berusaha dan kami rakyat indonesia selalu mendukung kalian . jadi jangan ragu .

TINGGALKAN KOMENTAR