Tim F1 Renault Kirim Ancaman ke Pembalap Mudanya

  • Renault kirim ancaman ke Jolyon Palmer setelah ia gagal meraih poin sejauh ini. “Tak ada yang aman di F1,” kata tim Prancis itu.

Jolyon Palmer - Renault

Berita F1 –┬áRenault memperingatkan Jolyon Palmer bahwa kursi Formula 1 miliknya sama sekali tidak aman dan dia harus mulai mencetak poin musim ini.

Rekan setimnya asal Jerman, Nico Hulkenberg, telah mengumpulkan 18 poin dari tujuh balapan, sementara Palmer, yang berada di musim kedua bersama tim asal Prancis ini, masih mengalami kesulitan.

Pembalap berusia 26 tahun itu, yang mencetak hanya satu poin pada tahun debutnya di 2016, finis di urutan ke-11 dalam dua pertandingan terakhirnya.

“Tidak ada yang aman di F1,” kata direktur pelaksana Renault Sport F1, Cyril Abiteboul kepada situs motorsport.com saat ditanya apakah Palmer selamat dari ancaman penggantian dan apakah tim tersebut memiliki alternatif pembalap.

“F1 bukanlah lingkungan di mana orang bisa mengatakan dengan lantang, ‘Saya pasti aman’. Sampai tingkat tertentu ada dua pertanyaan, ada Jo, dan ada pembalap kedua. Saat ini fokus saya adalah pada Jo. Jo harus mulai mendulang poin.”

“Faktanya adalah Jo punya mobil yang merupakan mobil pencetak skor, dan dia harus bisa meraih poin. Titik.”

Renault saat ini berada di urutan ketujuh dalam klasemen tim dan Abiteboul mengatakan ia berharap bisa memasuki Agustus, yakni empat balapan lagi, dengan naik ke urutan enam.

Tim Prancis itu menetapkan target saat pra-musim untuk menyelesaikan tahun ini dalam lima besar dengan kemungkinan naik podium.

Hulkenberg telah mencetak poin dalam empat balapan sejauh ini sejak pindah ke Renault dari Force India pada akhir tahun lalu, dengan posisi terbaiknya adalah urutan keenam di Spanyol. Dia finish kedelapan di Grand Prix Kanada akhir pekan lalu.

“Kami melihat ada kesenjangan yang sangat substansial antara Nico dan Jo di balapan kualifikasi, dan dalam perlombaan,” kata Abiteboul. “Kami berdiskusi secara teratur, dan jelas dengan Jo untuk melihat bagaimana dia bisa memperbaiki diri.”

Renault juga menguji mantan pembalap mereka Robert Kubica di sirkuit Spanyol. Sang pembalap Polandia itu, yang belum pernah berlomba di Formula 1 sejak ia melukai sebagian lengannya dalam sebuah tabrakan di ajang balap reli tahun 2011, membuat kesan yang baik dan menempuh 115 lap.

Mereka juga memiliki Sergey Sirotkin dari Rusia sebagai pembalap riset.