Teknologi F1 Honda Tertinggal Jauh

198

Teknologi F1 Honda agaknya tertinggal cukup jauh, menyebabkan mereka tak bisa menyaingi rival penyuplai mesin jet darat lainnya.

Xtra Time  - Teknologi F1 Honda Tertinggal Jauh

Berita F1 – Seorang mantan insinyur Formula 1 menyatakan, Honda tertinggal cukup jauh dalam soal teknologi simulasi mereka.

Pekan ini, di tengah rumor yang terus berlanjut mengenai perpecahan yang memuncak dengan McLaren, kepala Honda Yusuke Hawegawa mengakui bahwa produsen mesin itu mengalami masalah kesenjangan antara bangku uji coba dan hasil di lintasan balap.

“Mungkin mereka telah menginvestasikan banyak tapi tidak bijaksana, atau berinvestasi terlalu sedikit dengan meremehkan pentingnya bidang ini,” kata mantan insinyur F1 Toni Cuquerella, yang saat ini menjadi komentator bagi TV Spanyol seperti dikutip oleh surat kabar El Confidencial.

Dia mengatakan bahwa Honda bukan pendatang baru untuk soal pengujian mesin dan penggunaan dynamometers, namun mungkin tidak cukup canggih untuk kebutuhan spesifik dunia balap F1.

“Di F1 hampir tidak ada tes yang privat sehingga trennya adalah untuk memiliki uji coba yang semakin canggih,” katanya.

“Ketika Anda menguji mesin Anda, itu juga tergantung pada bagaimana interaksi kopling ke kotak roda gigi, dan juga sasis – bagaimana fleksibelnya, bagaimana getarannya.”

“Saya tidak tahu tingkat Honda seperti apa, tapi saya berani mengatakan bahwa mereka bukan pemimpin dalam teknologi ini.”

McLaren belum mengambil satu poin pun pada musim 2017 di tengah masalah kehandalan mesin.

Bos McLaren, Zak Brown, telah menegaskan bahwa tidak ada gesekan antara Fernando Alonso dan timnya, hanya rasa frustrasi yang sama-sama mereka rasakan.

Setelah kerusakan mesin yang tak terhitung jumlahnya dan sejumlah besar masalah lain yang berujung pada isu daya tahan, McLaren-Honda masih menunggu poin pertama mereka musim ini.

Alonso, sementara itu, hanya satu kali – di GP SPanyol – dari enam balapan berhasil menyelesaikan balapan secara penuh dari ujung ke ujung. Dia kehilangan balapan Monaco sama sekali sehingga bisa ambil bagian di Indy 500, saat mana mesin Honda-nya juga mengecewakannya.

McLaren telah mencapai titik puncak dengan penyedia mesin mereka asal Jepang dan tampaknya akan mengakhiri kontrak 10 tahun dengan Honda serta menghidupkan kembali hubungan mereka dengan Mercedes.