Blatter Bongkar Rahasia Kenapa Piala Dunia 2022 di Qatar dan Bukan di Amerika

Berita Bola : Presiden FIFA non aktif, Sepp Blatter, membongkar sebuah rahasia yang mengejutkan terkait penunjukkan tuan rumah Piala Dunia 2022. Ada peran Presiden UEFA, Michel Platini, di balik itu.

Blatter Bongkar Rahasia Kenapa Piala Dunia 2022 di Qatar dan Bukan di Amerika
Sepp Blatter dan Michel Platini

Berita Bola : Presiden FIFA non aktif, Sepp Blatter, membongkar sebuah rahasia yang mengejutkan terkait penunjukkan tuan rumah Piala Dunia 2022. Ada peran Presiden UEFA, Michel Platini, di balik itu.

Blatter yang dinonaktifkan dari jabatan Presiden FIFA beberapa waktu karena diduga terkait skandal korupsi di badan tertinggi sepakbola dunia itu mengatakan bahwa tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2022 seharusnya Amerika Serikat, dan bukan Qatar.

Dalam wawancara dengan Kantor Berita Rusia, Tass, Blatter mengatakan bahwa FIFA sudah membuat keputusan pada sidangnya tahun 2010 yang menetapkan Piala Dunia 2018 berlangsung di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Amerika Serikat. FIFA waktu itu berkeinginan untuk membuat dua edisi Piala Dunia yang menggambarkan dua kekekuatan politik terbesar di dunia, Rusia dan Amerika Serikat.

“Pada 2010, kami berdiskusi tentang Piala Dunia dan kemudian memunculkan dua keputusan. Perihal Piala Dunia, kami sepakat turnamen tersebut akan menjadi milik Rusia karena memang belum pernah diselenggarakan di Rusia atau pun Eropa Timur,” ujar Blatter seperti dikutip dari Kompas.com.

“Kemudian, untuk tahun 2022, kami putuskan di Amerika Serikat. Maka, kita akan memiliki dua edisi Piala Dunia dalam dua kekuatan politik terbesar dunia,” tambahnya.

Namun dalam perkembangannya, kata Blatter, tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2022 berubah setelah adanya campur tangan Presiden UEFA, Michel Platini, yang saat ini pun tengah dalam penyelidikan. Blatter menilai Platini mendukung Qatar untuk menjadi Piala Dunia 2022.

“Segala sesuatunya berjalan baik sampai ketika Sarkozy (Presiden Prancis Nicolas Sarkozy) datang dalam sebuah pertemuan dengan putra mahkota dari Qatar, yang kini menjadi penguasa Qatar,” kata Blatter.

“Pada makan siang setelahnya bersama Platini, dia mengatakan Piala Dunia bakal menjadi lebih bagus apabila digelar oleh Qatar. Hal itu telah mengubah semua rencana,” kata pria berusia 79 tahan ini.

Anehnya, Michel Platini saat ini malah menjadi salah satu kandidat presiden FIFA yang akan dipilih pada pemilihan 26 Februari 2016 mendatang. Selain Platini enam kandidat lainnya adalah Prince Ali, Musa Bility, Jerome Champagne, Gianni Infantino, Sheikh Salman, dan Tokyo Sexwale.

Platini  diketahui tengah tersandung kasus korupsi massal di tubuh FIFA dan tengah menjalani hukuman skorsing. Platini dituding kecipratan uang suap dari Sepp Blatter pada 2011 silam. Ketika itu, Platini mendapatkan uang sebesar £1,3 juta dari Blatter.

Versi dari Platini, uang tersebut merupakan gajinya yang sempat tertunggak selama menjabat sebagai konsultan FIFA. Ada juga versi yang menyebutkan uang itu merupakan bentuk dari upaya Blatter demi menutup mulut Platini karena mengetahui praktek penggelapan uang sempat dilakukannya.

“Menimbang, saat ini Platini tengah menjalani hukuman tak boleh beraktivitas di dunia sepakbola dalam bentuk apa pun. Pencalonannya tak akan diproses oleh Komite Pemilihan,” begitu pernyataan FIFA di situs resminya.

“Sebaiknya, hukuman harus dicabut atau habis sebelum proses pemilihan. Komite Pemilihan akan menentukan nasib Platini, berdasarkan perkembangan selanjutnya,” lanjut FIFA.

Sepakbola.cc