Atletico Madrid Sengaja Bermain Bertahan

Diego Simeone ternyata memang menyuruh Atletico Madrid bermain bertahan di laga terakhirnya.
Diego Simeone ternyata memang menyuruh Atletico Madrid bermain bertahan di laga terakhirnya.

Diego Simeone mengaku memang sengaja meminta anak asuhnya untuk bermain bertahan kala Atletico Madrid unggul satu gol atas Eibar pada laga Liga Spanyol, tadi malam.

Tim tamu sebenarnya bisa menghancurkan Eibar dengan lebih banyak gol di Municipal de Ipuruna, Minggu (14/01) dini hari WIB tadi, berkat serangan gencar di awal laga.

Gol pun tercipta melalui Kevin Gameiro di menit 27 berkat assist dari Antoine Griezmann, tapi Los Rojiblancos tidak menciptakan ancaman berarti lagi hingga peluit panjang ditiupkan.

Atleti pun sukses mencuri tiga poin, sedangkan Eibar gagal memanfaatkan peluang-peluang emas yang ada untuk bisa menyamakan kedudukan.

Berbicara seusai pertandingan, Diego Simeone mengaku memang menginstruksikan anak asuhnya untuk bertahan sepanjang laga.

Advertisement

“[Gol itu] menjadi sedikit keunggulan di pertandingan dan lawan yang sulit seperti ini,” ujar pelatih asal Argentina ini.

“Mereka berkembang dan kami memilih mencari selamat. Kami memilih bermain bertahan agar bisa melakukan serangan balik seperti yang ditampilkan Griezmann. Ketika Anda unggul 1-0, segala sesuatunya bisa membahayakan tim.”

“Eibar melakoni babak kedua dengan baik. [Sedangkan] transisi [Atleti] di babak kedua tidak begitu bagus.”

“Mereka bersemangat untuk meraih hasil imbang. Di babak pertama transisi-transisinya cukup bagus dan Eibar membuat kami keluar menyerang dengan menciptakan banyak peluang. ”

Gol Kevin Gameiro ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya memberikan kontribusi yang sama di pertandingan Copa del Rey versus Lleida Esportiu.

Diego Simeone pun menggantungkan harapannya kepada pemain asal Perancis itu usai mengalami awal musim yang sulit.

“Semoga saja [bisa lebih baik], sebab dia pemain yang sangat penting dan memiliki kecepatan di area lawan,” tambahnya.

“Para pemain menunjukkan bahwa persaingan [untuk mendapatkan tempat] membuat skuat penuh. Hal yang terpenting di tim ini bukan jumlah menit bermain tapi kualitas dari para pemainnya.”