Posted on 22 May 2012. Tags: Allianz Arena, Auto, bastian schweinsteiger, dalam, Draft, final liga champions 2012, jabat, joachim gauck, liga champions, michel platini, Presiden Jerman Joachim Gauck, pun, saat, saya
Gelandang Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger, melakukan tindakan tidak terpuji saat berjalan di podium untuk menerima medali perak sesaat setelah pertandingan final Liga Champions melawan Chelsea, di Allianz-Arena, Sabtu (19/5) lalu. Ia terlihat mengabaikan uluran tangan Presiden Jerman Joachim Gauck, yang berdiri disamping Presiden UEFA, Michel Platini, untuk menyalami para pemain.
Menyadari perilakunya itu disorot dalam berbagai pemberitaan di media Jerman dan Inggris, Schweinsteiger pun meminta maaf. Ia mengaku tidak tahu jika Presiden telah mengulurkan tangannya ketika itu. Menurutnya, dia sedang dilanda kekecewaan besar karena gagal membawa Bayern menjuarai Liga Champions di kandang sendiri.
“Ini salah paham. Siapa pun yang berada di posisi saya dan melihat foto itu bisa melihat bahwa, setelah kekecewaan besar itu, saya tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitar saya,” ungkap Schweinsteiger.
“Saya sangat terpukul, kecewa, dan seperti merasa lumpuh. Saya tidak melihat tangan Presiden. Saya menyesal kalau saat itu saya telah membuat kesan yang salah. Jadi, saya ingin meminta maaf kepada Presiden,” tambah pemain berusia 26 tahun ini.
Schweinsteiger memang dalam keadaan kecewa berat saat itu. Pasalnya ia menjadi penendang terakhir Bayern yang gagal dalam drama adu penalti. Tembakannya ke arah kiri hanya membentur tiang gawang. Adu penalti pun berakhir dengan keunggulan Chelsea 4-3.
Sumber: bola.kompas.com/read/2012/05/22/00185680/Abaikan.Presiden.Jerman.Schweinsteiger.Minta.Maaf
Posted in Champions, Internasional
Posted on 28 April 2012. Tags: anton ferdinand, Barcelona, bentrokan, cruff, Dia, fabio capello, Guardiola, itu, jabat, karir, Pelatih, pemain, pep, pep guardiola, queens park, queens park rangers, rasis, Stamford Bridge, wayne bridge
Laga Chelsea vs Queens Park Rangers (QPR) akhir pekan ini akan dilakukan tanpa jabatan tangan, sebuah kebiasaan yang dilakukan sebelum laga dimulai untuk mengirim pesan fair play kepada para pemain dan semua penonton.
Hal ini dilakukan guna menghindari kecanggungan dan masalah hukum karena sejumlah pemain QPR berencana memboikot uluran tangan kapten The Blues, John Terry.
Hal yang sama juga dinasihatkan oleh pengacara kedua belah pihak yang tengah bertikai. Insiden tidak bersalaman akan mempengaruhi sidang pengadilan atas Terry yang akan berlangsung bulan Juli 2012. Terry sejauh ini mengaku tidak bersalah.
Pada laga terakhir antara keduanya Oktober 2011 lalu Terry mengucapkan kata-kata bernada rasis terhadap Anton Ferdinand, bek QPR.
Dalam sebuah video yang beredar luas di internet, Terry terlihat seperti mengucapkan kalimat “fucking black cunt” kepada Ferdinand. Terry sejauh ini sudah membantah dan dirinya sebenarnya cuma ngomong, “Oi, Anton, do you think I called you a black cunt?”
Chelsea akan menjamu QPR di Stamford Bridge dalam lanjutan pertandingan Liga Primer, Minggu malam WIB.
Akibat ucapan rasis itu John Terry dicopot ban kapten timnasnya oleh PSSI-nya Inggris pada awal Februari 2012, sesuatu yang menyinggung perasaan pelatih bergaya flamboyan asal Italia, Fabio Capello.
John Terry sudah sering bikin masalah ini itu di klubnya. Ia juga tidak diterima uluran tangannya oleh Wayne Bridge, yang istrinya dikencani oleh Terry.
Posted in Inggris
Posted on 27 April 2012. Tags: anton ferdinand, Anton Ferdinand QPR, asosiasi, Auto, Chelsea, dalam, dengan, Draft, hari minggu, jabat, John Terry rasial, Liga, Liga Primer Inggris, queens park rangers, tidak akan, untuk
Asosiasi Sepakbola (FA) Inggris memutuskan untuk meniadakan tradisi jabat tangan antarpemain saat Chelsea menjamu Queens Park Rangers (QPR) dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (28/4).
Keputusan itu diambil FA setelah bek QPR, Anton Ferdinand menyatakan bahwa dirinya tidak akan bersalaman dengan kapten Chelsea, John Terry, dalam laga itu nanti.
Kedua pemain memang berseteru menyusul hujatan berbau rasial yang dilakukan Terry terhadap Ferdinand pada pertandingan liga 23 Oktober 2011 lalu.
“Dalam kondisi normal, acara jabat tangan merupakan suatu keharusan,” demikian pernyataan FA seperti dilansir situs resmi Chelsea.
“Akan tetapi, setelah berdiskusi dengan Chelsea dan QPR mengenai konteks legal dan khusus terkait John Terry dan Anton Ferdinand, FA memutuskan untuk meniadakan tradisi bersalaman dalam pertandingan hari Minggu itu,” lanjut pernyataan itu.
bola.kompas.com/read/2012/04/27/06182357/Chelsea-QPR.Kembali.Dimulai.Tanpa.Jabat.Tangan
Posted in Inggris