Posted on 20 July 2012. Tags: 15 tahun, Auto, Bernabeu, dana, dengan, Draft, Emirates Stadium Arsenal, Fly Emirates, logo Madrid, logo salib Real Madrid, maskapai penerbangan, Nama Stadion Real Madrid, salib, santiago bernabeu, sepak bola, stadion, yang
Demi mendapatkan kucuran dana yang besar dari pihak sponsor, raksasa Real Madrid rela mengganti nama stadion kebanggaannya Santiago Bernabeu mulai musim 2013-2014 mendatang. Santiago Bernabeu adalah nama dari mantan striker dan presiden klub itu.
Seturut jalinan kontrak sponsorship mereka dengan Emirates, maka nama Santiago Bernabeu nantinya akan berubah jadi “Fly-Emirates-Bernabeu”.
Real Madrid tak keberatan dengan perubahan nama tersebut. Pasalnya, Emirates yang belum lama ini meneken kesepakatan sebagai sponsor utama di kaus Madrid selama lima tahun, terhitung berlaku mulai 2013, menjanjikan tambahan kucuran dana sebesar €53 juta atau sekitar Rp600 miliar per musim, bila nama stadion dimodifikasi menjadi “Fly-Emirates-Bernabeu”.
Bukan kali ini saja Real Madrid rela menghilangkan salah satu identitas mereka demi uang. Sebelumnya Los Blancos juga rela memodifikasi logo mereka, yang semula terdapat salib, menjadi tanpa salib. Ini mereka lakukan demi melebarkan sayap bisnis ke kawasan Asia dan negara-negara muslim.
Keikhlasan Real Madrid menghapus logo salib itu ternyata berbuah manis dengan diijinkannya mereka membangun resort olahraga senilai 1 miliar US dolar (Rp 9,5 triliun) di Uni Emirat Arab. Resort itu mencakup sebuah hotel dengan 450 kamar mewah, villa mewah, pelabuhan olahraga, dan stadiun sepak bola pertama yang terbuka menghadap laut.
Seperti diketahui, maskapai penerbangan yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, itu saat ini menguasai hak nama atas kandang Arsenal. Kontrak Emirates dengan klub Liga Primer Inggris itu sendiri berdurasi 15 tahun terhitung sejak 2006.
Posted in Internasional, Spanyol
Posted on 11 July 2012. Tags: akuisisi, arab, dengan, duit minyak, duit timur tengah, Islam, itu, kapal pesiar, kebudayaan islam, klub, lamban, lambang, mahkota, perang, real madrid, real madrid resort island, resort, salib, sheikh, timur tengah, uni emirat arab, untuk, yang

Supaya kecipratan duit minyak Timur Tengah, bahkan klub sebesar Real Madrid rela mencopot lambang salib dari simbol resminya.
Langkah yang diambil pada bulan April 2012 itu dimaksudkan untuk mencegah kebingungan fans selagi klub terbesar dan terkaya di muka bumi itu terus meluaskan langkah bisnisnya ke bagian dunia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.
Hal itu bertepatan pula dengan akuisisi bisnis Real Madrid mendirikan sebuah resort liburan di wilayah Uni Emirat Arab di tanah milik Emir Ras al-Khaimah. Sebagai salah satu syarat perjanjian, Emir Ras al-Khaimah mengharuskan Real Madrid mencabut simbol salib di mahkota yang menjadi simbolnya selama ini. Lihat foto untuk membandingkan simbol klub itu sebelum dan sesudah pencopotan.
Para kritikus Eropa melihat ini sebagai kekalahan supremasi kebudayaan Eropa terhadap kebudayaan Islam yang terus tumbuh. Namun para pejabat Real Madrid mengatakan, itu semata-mata langkah bisnis yang harus diambil untuk berekspansi ke seluruh dunia.
Lokasi hiburan bernama Real Madrid Resort Island itu memiliki nilai sebesar 1 milyar USD atau setara dengan Rp Rp 9 trilyun. Peletakan batu pertama dilakukan akhir Maret 2012 dan pembangunan diperkirakan akan selesai tahun 2015.
Resort itu akan berisi taman hiburan yang dibangun di atas tanah buatan, untuk mengkombinasikan turisme dan olahraga. Di sekeliling taman hiburan akan tersedia hotel dengan 450 kamar, villa mewah, pelabuhan kapal pesiar pribadi, dan sebuah stadion sepakbola yang menghadap ke laut.
Para pengamat mengatakan, langkah Real Madrid ini untuk menandingi rivalnya, Barcelona, yang memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah, seturut dengan sponsorhip Qatar Foundation di bagian depan jerseynya sejak 2011 lalu. Bukan hanya nilai sponsor sebesar 150 juta Euros tapi juga ada kerjasama promosi klub asal Catalan Spanyol itu –yang memiliki riwayat konflik dengan ibukota Madrid– ke seluruh wilayah Timur Tengah.
Lambang yang dimiliki Real Madrid itu sudah berada di sana sejak tahun 1920-an, ketika Raja Spanyol Alfonso ke-13 memberi perlindungan dan menjadi patron atas klub itu.
Uang trilyunan rupiah terus mengalir ke dunia bisnis bola Eropa dari kalangan pemilik uang di Timur Tengah. Kabar terakhir, keluarga Al-Hasawi dari Kuwait membeli klub Nottingham Forest di Liga Championship Inggris. Nama itu menambah daftar sheikh pemilik klub bola di Inggris setelah Manchester City.
Posted in Spanyol
Posted on 29 June 2012. Tags: buru buru, cesare prandelli, dengan, itu, ke atas, laga, pemain, salib, wasit

Di laga semifinal Italia vs Jerman, Mario “Super” Balotelli dikartukuning wasit gara-gara mencopot kaosnya usai merayakan gol keduanya di menit 36. Di babak kedua pelatih Claudio Cesare Prandelli buru-buru menarik keluar Balotelli, khawatir ia melakukan tindakan aneh-aneh yang berujung pada kartu kuning kedua. Jika itu terjadi ia bisa absen di partai final vs Spanyol, Senin dinihari WIB nanti.
Namun tidak ada jaminan Balotelli tidak mengulangi perayaan gol dengan cara yang sama di final vs Spanyol nanti, meskipun sudah tidak berarti apa-apa. Kecuali jika ia melakukannya dua kali karena dua kartu kuning di laga yang sama identik dengan pengusiran dari lapangan.
Sebenarnya sudah banyak pihak yang menyesalkan aturan kartu kuning untuk adegan mencopot kaos. Sebab pemain bisa kena skorsing tanpa sekali pun melakukan pelanggaran fisik terhadap lawan.
Inilah sejumlah alasan yang menentang pengaturan soal pencopotan kaos itu:
- Soal menghabiskan waktu? Lha kan wasit berwenang sepenuhnya menambah waktu yang diperlukan jika terjadi penundaan laga akibat pencopotan kaos. Kenapa pemain yang disalahkan?
- Karena iklan di baliknya? Kalau pun ada, misalnya seperti iklan di celana dalam di kasus Nicklas Bendtner pemain Denmark, denda saja. Tapi lakukan di luar lapangan, bukan di dalam lapangan oleh wasit. Lagipula sepakbola sudah dibanjiri dengan iklan ini itu di seluruh sisi lapangan. Penonton TV sudah kebal dengan iklan di lapangan hijau.
- Karena pesan-pesan keagamaan dan politik? Berapa banyak sih fans yang mengerti pesan di balik kaos itu, yang seringkali ditulis dalam huruf dan bahasa yang tidak dimengerti mayoritas penonton? Lagipula kita menyaksikan berbagai ekspresi keagamaan di lapangan hujai. Lambang salib ketika seorang pemain hendak masuk ke lapangan, atau menunjuk ke atas saat sebuah gol dirayakan adalah sebagian kecil saja contoh-contoh ekspresi keagamaan pemain. Apakah itu juga kena kartu kuning?
- Karena telanjang dada? Loh, kalau pertandingan berakhir dan semua pemain mencopot kaosnya karena kepanasan atau untuk bertukar jersey dengan pemain lawan, apakah juga dianggap ofensif? Lagipula inilah inti sebuah perayaan gol di sepakbola, yakni emosi kegembiraan.
Mencopot kaos saat perayaan gol bukan sama seperti mencopot celana dan bugil keliling lapangan. FIFA seharusnya mempertimbangkan pencabutan aturan aneh dan konyol ini.
Kesempatan terakhir mendapatkan kaos unik Euro 2012
Posted in Euro, Internasional