
Gilabola.com – Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui timnya memang layak disebut sebagai salah satu favorit juara Liga Inggris musim ini. Namun, dia menegaskan bahwa status tersebut tidak semestinya hanya dikaitkan dengan jumlah uang yang dihabiskan klub.
Menurut Slot, di balik belanja besar yang mendekati Rp 6,5 Triliun, ada keseimbangan yang terjadi karena penjualan pemain yang juga menghasilkan hampir Rp 3,3 Triliun.
Slot menilai wajar jika timnya masuk daftar unggulan setelah musim lalu sukses merebut gelar juara. Dia menekankan bahwa net spend Liverpool dalam dua musim terakhir sebenarnya tidak lebih besar dibanding beberapa pesaing utama.
Meski demikian, dia mengakui perekrutan pemain baru, seperti yang dilakukan klub-klub top lain, memang bagian dari strategi untuk tetap kompetitif di level tertinggi sepak bola Inggris.
Belanja Rekor, Tapi Pesaing Juga Boros
Musim panas ini, Liverpool dikabarkan akan memecahkan rekor transfer Inggris dengan menggelontorkan Rp 2,5 Triliun lebih untuk mendatangkan Florian Wirtz.
Selain itu, jika berhasil memboyong Alexander Isak dari Newcastle United, klub harus menyiapkan dana minimal Rp 2,6 Triliun lagi. Namun, Slot mengingatkan bahwa belanja besar bukan hanya dilakukan Liverpool.
Arsenal, Manchester United, Manchester City, dan Chelsea juga telah menghabiskan Triliunan rupiah pada bursa transfer kali ini, dengan angka pemasukan yang beragam dari penjualan pemain.
Slot juga menyebut bahwa fenomena belanja besar adalah hal yang membuat Premier League begitu menarik. Dia mencontohkan bahwa promosi klub seperti Sunderland pun disertai pengeluaran besar untuk memperkuat skuat.
Dalam pandangannya, anggapan bahwa Liverpool menjadi favorit hanya karena belanja besar terdengar aneh, karena klub juga kehilangan banyak pemain inti di waktu yang sama.
Ambisi Tetap Sama
Bagi Slot, alasan utama Liverpool kembali diunggulkan adalah performa musim lalu dan konsistensi ambisi klub. Dia menegaskan bahwa target Liverpool tetap sama seperti sebelumnya, yakni bersaing di semua kompetisi dan mengejar setiap trofi yang tersedia. Kehilangan atau kedatangan pemain, menurutnya, tidak mengubah filosofi maupun tujuan besar klub.
Soal transfer, Slot memilih tidak membicarakan detail pengejaran Isak. Namun, dia memberi sinyal bahwa Liverpool siap bergerak jika peluang merekrut penyerang Newcastle itu terbuka.
Selain sektor depan, The Reds juga tengah mempertimbangkan tambahan amunisi di lini pertahanan demi menjaga kekuatan sepanjang musim yang padat, apalagi setelah kekurangan pemain dengan penjualan Jarrel Quansah.
Dengan awal musim yang segera dimulai, termasuk laga Community Shield melawan Crystal Palace, Liverpool kini harus membuktikan bahwa status favorit bukan sekadar hasil dari angka di bursa transfer, melainkan buah dari kualitas permainan sepak bola yang konsisten, terencana, dan ambisius.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!