
Gilabola.com – Chelsea mengejutkan publik beberapa hari yang lalu saat mereka mengumumkan pemutusan kerja dengan Enzo Maresca, yang memicu kritik keras dari Emmanuel Petit.
Legenda sepak bola asal Prancis itu bahkan benar-benar meluapkan kekesalannya terhadap arah sepak bola modern, dominasi pemilik klub, minimnya visi jangka panjang, serta campur tangan manajemen.
Menurut laporan, pemecatan pelatih asal Italia itu bukan masalah hasil pertandingan, tapi karena konflik internal yang lebih dalam dengan jajaran manajemen klub.
Sumber internal mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan terkait peran dan independensi departemen medis menjadi pemicu utama retaknya hubungan antara Maresca dan manajemen Chelsea.
Ketegangan sudah tercium sebelum keputusan akhir dibuat, terutama setelah Maresca mengakui dirinya mengalami masa terburuk selama 48 jam pasca kemenangan 2-0 atas Everton pada Desember lalu.
Kritik Pedas Emmanuel Petit
Kini, dalam sebuah diskusi di Talksport, legenda klub Emmanuel Petit bersuara keras saat dia meluapkan kekecewaannya yang sejalan dengan kegelisahan para pendukung Chelsea mengenai arah klub.
Petit menuduh jajaran manajemen tidak memiliki visi jangka menengah atau jangka panjang yang jelas, dengan keputusan-keputusan klub kerap didorong oleh masalah finansial semata.
Menurutnya, itu cerminan asli dari wajah sepak bola modern yang maunya serba instan, tidak mau sabar dalam berproses, yang bahkan mie instan saja tidak benar-benar instan.
Lebih lanjut, Petit membandingkan situasi antara Maresca dan Chelsea seperti situasi Amorim dan Manchester United, yang sama-sama memiliki tekanan atas campur tangan soal teknis dari pihak manajemen klub.
Bahkan dia mengaku bahwa untuk hal-hal semacam inilah yang membuatnya enggan mengambil pekerjaan sebagai pelatih, karena sepak bola modern menuntut lebih seorang pelatih, tidak hanya urusan taktik, tapi juga ribetnya urusan dengan manajemen, media, dan struktur klub.
Sebagai perbandingan, Petit menjadikan Arsenal sebagai contoh tentang bagaimana proyek jangka panjang dibangun dengan kesabaran dan terus bertahan dengan Mikel Arteta, percaya pada proses yang dibangun bersama.
Keputusan The Gunners untuk bertahan dan percaya pada Arteta pun kini tampaknya mulai membuahkan hasil, dengan tim solid mereka berada dalam perjalanan memenangkan Premier League pertama sejak 2004.
Pendapat Kami
Benar kata Petit, kesabaran adalah mata uang paling langka dalam sepak bola saat ini, dengan pihak manajemen klub kerap banyak campur tangan sembari menuntut hasil instan. Inilah wajah dari industri sepak bola modern, yang banyak dipengaruhi oleh mindset bisnis.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!