
Gilabola.com – Presiden Barcelona Joan Laporta menegaskan keyakinan bahwa timnya berada dalam kondisi siap dan memiliki mentalitas kuat jelang duel El Clasico di final Piala Super Spanyol pada Senin (12/1) dini hari WIB.
Ini akan jadi duel El Clasico kedua di antara kedua tim di musim ini usai sebelumnya mereka bertemu di La Liga di Bernabeu di mana saat itu tuan rumah menang dengan skor tipis 2-1.
Tapi, saat itu, Barcelona memang dalam keadaan timpang karena ada banyak pemain yang absen seperti Raphinha dan Robert Lewandowski, sementara Lamine Yamal juga tidak dalam kondisi sepenuhnya fit.
Nah, kali ini, ceritanya berbeda. Hansi Flick memiliki skuad yang lebih lengkap termasuk trio penyerang tersebut yang siap diturunkan, sementara mereka juga saat ini sedang dalam performa terbaik.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengatakan bahwa suasana internal klub menunjukkan hasrat besar untuk mengamankan trofi perdana tahun 2026. Menurutnya, Barcelona tiba di final dengan kondisi fisik dan mental yang baik.
Dia juga menilai bahwa sebagian besar fans mereka berharap awal tahun bisa dibuka dengan gelar juara. Piala Super Spanyol dianggap memiliki nilai simbolik yang kuat karena mampu memberi dorongan kepercayaan diri bagi tim.
Omongan dan kepercayaan diri Laporta ini bukan tanpa dasar. Sejarah masa lalu membuktikan bahwa Barcelona lebih mudah memenangkan trofi berikutnya setelah sebelumnya memenangkan Piala Super Spanyol.
Dia menambahkan bahwa laga final selalu jadi momen krusial bagi kedua tim yang terlibat. Dalam konteks ini, Barcelona dinilai memiliki mentalitas kuat, tercermin dari intensitas latihan yang dijalani menjelang pertandingan final besok.
Laporta juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelum final, tim menjalani sesi latihan berat. Hansi Flick dinilai menanamkan mentalitas tinggi dan menjaga fokus pemain, jadi dia yakin Barcelona akan memiliki peluang nyata untuk memenangkan laga.
Ketika ditanya soal kekalahan di El Clasico sebelumnya di bulan Oktober, Laporta menilai motivasi tim tidak hanya bersumber dari hasil tersebut. Menurutnya, keinginan utama para pemain adalah menang, terlepas dari rivalitas dan cerita masa lalu.
Dia menegaskan bahwa antusiasme internal tim sangat besar untuk tampil maksimal, bermain dengan baik, dan memberikan kegembiraan kepada para pendukung klub. Semangat itu disebut sebagai energi utama yang dibawa Barcelona ke final.
Pendapat Kami
Laporta tampaknya ingin membangun narasi stabilitas dan mental juara untuk para pemain Barcelona. Tentu saja ini penting karena kesiapan mental dan taktik bisa sangat menentukan hasil pertandingan.
