
Gilabola.com – Arsenal memastikan langkah ke putaran keempat Piala FA setelah menundukkan Portsmouth dengan skor 4-1, dengan Gabriel Martinelli menjadi sorotan utama lewat hat-trick yang ia cetak dalam laga ini.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Martinelli. Winger asal Brasil tersebut menjawab kritik yang ia terima beberapa hari sebelumnya dengan performa impresif, sekaligus membawa Arsenal bangkit setelah sempat tertinggal lebih dulu di awal laga.
Arsenal Dikejutkan Gol Cepat Portsmouth
Bertanding di kandang Portsmouth, Arsenal justru tertinggal cepat ketika laga baru berjalan tiga menit. Colby Bishop membawa tuan rumah unggul setelah Kepa Arrizabalaga hanya mampu menepis tembakan Conor Chaplin dari tepi kotak penalti, yang jatuh tepat di jalur Bishop.
Keunggulan tersebut membuat Portsmouth tampil percaya diri. Tim Championship itu bahkan beberapa kali mengancam gawang Arsenal, memaksa Kepa melakukan penyelamatan penting dari Bishop dan Chaplin.
Namun, Arsenal segera merespons melalui kekuatan mereka dari situasi bola mati. Dari sepak pojok pertama, bola hasil sepak pojok Eberechi Eze sempat tersentuh beberapa pemain sebelum akhirnya masuk ke gawang Portsmouth. Meski Christian Norgaard sempat merayakan gol tersebut, tayangan ulang menunjukkan bola mengenai Andre Dozzell, sehingga dicatat sebagai gol bunuh diri.
Gol tersebut menambah catatan Arsenal sebagai tim yang paling sering diuntungkan dari gol bunuh diri, dengan lima gol seperti itu tercipta dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi.
Gabriel Martinelli Mulai Unjuk Gigi
Tak lama berselang, Arsenal kembali mencetak gol dari situasi serupa. Sepak pojok Noni Madueke disambut sundulan Gabriel Martinelli yang mengubah skor menjadi 2-1. Gol ini menjadi jawaban awal Martinelli atas kritik yang mengarah kepadanya terkait insiden cedera Conor Bradley beberapa hari sebelumnya.
Arsenal sebenarnya berpeluang memperlebar jarak sebelum turun minum. Martinelli mendapat dua peluang emas, termasuk satu kesempatan dari jarak sangat dekat yang hanya membentur tiang. Sementara itu, Madueke gagal mengeksekusi penalti setelah tembakannya dari jarak 11 meter melenceng dari sasaran.
Kegagalan tersebut sempat memberi harapan bagi Portsmouth. Chaplin nyaris menyamakan kedudukan, namun Ben White tampil sigap dengan blok krusial di dalam kotak penalti.
Hat-trick Martinelli Kunci Kemenangan Arsenal
Dua menit setelah penyelamatan White, Arsenal akhirnya mencetak gol ketiga. Myles Lewis-Skelly dengan cepat mengambil tendangan bebas dan mengirim bola ke sisi kanan kepada Gabriel Jesus. Umpan silang Jesus diselesaikan dengan mudah oleh Martinelli untuk gol keduanya dalam laga ini.
Arsenal semakin nyaman dan mulai melakukan rotasi pemain. Kai Havertz kembali tampil untuk pertama kalinya sejak laga pembuka musim ini, sementara Marli Salmon mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda Arsenal di FA Cup pada usia 16 tahun 135 hari.
Pesta Arsenal ditutup dengan gol ketiga Martinelli. Gol tersebut kembali berawal dari sepak pojok Madueke dan nyaris identik dengan gol pertamanya, menegaskan dominasi Arsenal dari situasi bola mati. Secara keseluruhan, Arsenal kini telah mencetak 22 gol dari situasi set-piece di semua kompetisi musim ini.
Kemenangan ini memastikan Arsenal masuk dalam undian putaran keempat FA Cup yang akan digelar Senin malam WIB, sebelum fokus beralih ke leg pertama semifinal Carabao Cup melawan Chelsea pada Rabu mendatang.
Analisis: Kedalaman Skuad Arsenal Jadi Modal Besar
Arsenal kini menghadapi periode padat dengan empat laga tandang di empat kompetisi berbeda dalam 10 hari. Meski demikian, laga melawan Portsmouth menunjukkan betapa dalamnya skuad yang dimiliki Mikel Arteta.
Arteta melakukan 10 perubahan dari tim yang tampil melelahkan saat menghadapi Liverpool, namun tetap menurunkan pemain-pemain berpengalaman seperti Gabriel Jesus, Noni Madueke, Eberechi Eze, dan Martinelli. Di lini belakang, kehadiran Ben White, Kepa Arrizabalaga, dan Christian Norgaard memberi kestabilan.
Kembalinya Kai Havertz menjadi tambahan penting, sementara pemain kunci seperti Bukayo Saka, Declan Rice, dan Viktor Gyokeres bisa diistirahatkan jelang laga Carabao Cup. Situasi ini kontras dengan Liverpool musim lalu yang tersingkir di FA Cup karena tak bisa menurunkan tim sekuat ini.
Memang masih ada kekurangan di posisi bek kiri dan bek tengah akibat cedera, namun di luar itu Arsenal terlihat memiliki modal untuk melangkah jauh di empat kompetisi musim ini.
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke putaran berikutnya FA Cup. Laga ini menunjukkan bagaimana Arsenal mampu merespons tekanan, baik secara tim maupun individu. Gabriel Martinelli menjadi contoh paling jelas, di mana kritik justru dibalas dengan kontribusi nyata di lapangan. Jika konsistensi seperti ini bisa dijaga, Arsenal pantas berharap banyak dari musim yang masih panjang.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!