Luciano Spalletti Kritik Disiplin Peran Pemain Usai Juventus Tumbang di Sardinia

Gilabola.com – Juventus dipaksa menelan kekalahan 1-0 yang mengejutkan di kandang Cagliari di laga lanjutan Serie A, hasil yang membuat Luciano Spalletti melancarkan kritik kepada para pemainnya yang kurang disiplin sembari memuji efektivitas tim lawan.

Kekalahan ini semakin mengejutkan karena datang di momen di mana raksasa Turin sedang berada dalam tren positif, memenangkan enam dari tujuh laga Serie A terakhir dan baru kalah sekali sejak Spalletti menjadi pelatih tim.

Tapi yah, begitulah sepak bola. Meski Juventus sebenarnya begitu dominan dengan 78 persen penguasaan bola, melepaskan 22 tembakan ke gawang dan tujuh tepat sasaran, tidak ada yang berbuah gol.

Justru tuan rumah, yang hanya menguasai 22 penguasaan bola, melepaskan dua tembakan dan dua-duanya tepat sasaran, berhasil mencuri satu gol dan meraih kemenangan.

Gol penentu lahir dari situasi bola mati. Tendangan bebas Gianluca Gaetano disambut dengan sempurna oleh Luca Mazzitelli, yang melepaskan tembakan voli meski membelakangi gawang.

Statistik pertandingan memperlihatkan betapa kontrasnya hasil dengan jalannya laga. Juventus mencatat expected goals sebesar 1,28, sementara Cagliari hanya 0,16, tapin papan skor justru berpihak pada tuan rumah.

Berbicara usai pertandingan, Luciano Spalletti menilai bahwa kekalahan ini bukan hanya sekedar faktor keberuntungan semata, tapi juga para pemain gagal lebih klinis dan menyiapkan situasi penyelesaian akhir yang lebih baik.

Juru taktik berusia 66 tahun itu menyoroti fase ketika Juventus mencoba mengejar ketertinggalan. Menurutnya, beberapa pemain justru keluar dari peran yang sudah ditetapkan.

Statistik Cagliari vs Juventus

  • Penguasaan bola : 22-78
  • Tembakan : 2-22
  • On target : 2-7
  • Total operan : 178-674
  • Akurasi operan : 64%-93%

Misalnya, Eden Zhegova dan Francisco Conceicao yang terbawa ritme, turun terlalu dalam untuk menjemput bola, dan hasilnya mereka justru malah menjauh dari area berbahaya yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

Di sisi lain, Kalulu dan Kelly dinilai terlalu sering bernafsu naik membantu serangan. Spalletti menegaskan keduanya adalah bek yang seharusnya fokus menjaga keseimbangan lini belakang.

Terlepas dari kritikan kepada para pemainnya, Spalletti tetap bersikap jantan dengan memberikan pujian kepada lawan main timnya, mengakui bahwa Cagliari dihormati karena berjuang di setiap duel dan mampu membaca celah kecil yang muncul di pertahanan lawan.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi ambisi Juventus untuk mendekati persaingan dalam memperebutkan Scudetto. Sempat mendekat, mereka kini tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Inter Milan.

Pendapat Kami

Terlalu dominan justru membuat para pemain Juventus lengah dengan meninggalkan disiplin taktik mereka. Spalletti sudah memiliki struktur permainan yang jelas, tetapi masih rapuh dalam menjaga disiplin peran saat situasi mendesak. Ini perlu jadi pelajaran dan diperbaiki untuk laga selanjutnya.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!