Ironis! Arsenal Melaju ke Final Carabao Cup Berkat Matan Pemain The Blues

Suasana Emirates Stadium mendadak pecah menjelang peluit akhir, ketika sebuah momen tak terduga muncul dan mengubah arah laga penting antara Arsenal vs Chelsea. Di tengah pertandingan yang berjalan ketat dan penuh kehati-hatian, satu aksi di menit-menit terakhir menjadi penentu nasib kedua tim dalam perebutan tiket menuju final Carabao Cup.

Momen itu bukan sekadar gol biasa. Ia menjadi simbol ketahanan, kesabaran, dan ambisi Arsenal untuk kembali merasakan atmosfer final setelah penantian panjang sejak 2020.

Kai Havertz Jadi Penentu di Menit Akhir

Arsenal memastikan langkah ke final Carabao Cup setelah menang 1-0 atas Chelsea pada leg kedua semifinal. Hasil ini membuat mereka unggul agregat 4-2 dan berhak melaju ke partai puncak.

Gol tunggal dicetak Kai Havertz pada masa tambahan waktu. Masuk sebagai pemain pengganti, Havertz memanfaatkan umpan silang Declan Rice. Ia menggiring bola melewati kiper Robert Sanchez sebelum menceploskannya ke gawang kosong.

Gol tersebut menjadi klimaks dari pertandingan yang berjalan alot. Kedua tim tampil berhati-hati, minim risiko, dan lebih fokus menjaga keseimbangan permainan.

Bagi Arsenal, kemenangan ini mengakhiri catatan buruk empat kali kalah di semifinal di bawah asuhan Mikel Arteta. Mereka pun memastikan tampil di final bulan depan di Stadion Wembley, menghadapi Manchester City atau Newcastle.

Chelsea Banyak Menyerang, Minim Peluang Bersih

Chelsea datang ke Emirates dengan target mencetak gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Setelah leg pertama yang berakhir dengan lima gol di Stamford Bridge, peluang masih terbuka lebar bagi mereka.

Secara statistik, Chelsea tampil lebih agresif. Mereka melepaskan 14 tembakan, sementara Arsenal hanya lima. Namun, dominasi tersebut tidak diiringi peluang bersih yang benar-benar membahayakan.

Peluang terbaik Chelsea datang dari Enzo Fernandez. Gelandang asal Argentina itu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti pada babak pertama, yang masih bisa ditepis Kepa Arrizabalaga.

Di luar itu, pertahanan Arsenal tampil disiplin. Mereka lebih memilih bertahan rapat, menutup ruang, dan menunggu kesempatan serangan balik.

Strategi tersebut terbukti efektif. Arsenal kembali mencatatkan clean sheet dan kini menjadi klub pertama di liga-liga besar Eropa yang meraih 20 nirbobol di semua kompetisi musim ini.

Tekanan Arsenal dan Ledakan Emosi Suporter

Meski lebih banyak bertahan, Arsenal sempat menciptakan beberapa peluang. Piero Hincapie memaksa Sanchez melakukan penyelamatan, sementara sundulan Gabriel Magalhaes diblok Marc Cucurella di depan gawang.

Namun, malam itu memang menjadi milik Havertz. Golnya ke gawang mantan klubnya memicu perayaan besar di tribun Emirates.

Bagi Havertz, gol tersebut terasa istimewa, terutama setelah musim yang sempat terganggu cedera. Aksi tenangnya di depan gawang menunjukkan mental kuat di momen krusial.

Kemenangan ini juga menjaga peluang Arsenal meraih trofi di empat ajang berbeda musim ini.

Arteta Puji Atmosfer dan Mental Tim

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengaku sangat puas dengan perjuangan anak asuhnya.

Ia menilai timnya pantas lolos jika melihat performa di dua leg semifinal.

“Kami sangat bahagia. Secara keseluruhan, kami pantas lolos. Pertandingan berjalan panjang dan berat, tapi kami menutupnya dengan cara yang indah,” ujar Arteta.

Ia juga memuji peran suporter yang terus memberi energi sepanjang laga.

“Atmosfernya luar biasa. Dukungan mereka memberi keyakinan pada tim. Kami semua layak berada di Wembley,” tambahnya.

Merson Kritik Sikap Chelsea

Pengamat Sky Sports, Paul Merson, menilai Chelsea tampil kurang berani di laga penting ini.

Menurutnya, The Blues bermain setengah hati dan tidak menunjukkan semangat menyerang yang seharusnya ada di semifinal.

“Ini semifinal. Seharusnya bermain habis-habisan. Chelsea punya pemain untuk menyaingi Arsenal, tapi mereka tidak benar-benar mencoba,” kata Merson.

Ia juga menyoroti perasaan pemain setelah pertandingan, yang kemungkinan menyesal karena tidak tampil lebih agresif.

Rosenior Fokus pada Reaksi Tim

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mencoba melihat sisi positif dari kekalahan ini. Ia menilai ada perkembangan dalam performa tim meski hasilnya mengecewakan.

“Saya melihat perbedaan dalam permainan kami. Ada semangat, kebersamaan, dan kerja keras,” ujarnya.

Rosenior menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah bagaimana timnya merespons kegagalan ini, terutama jelang laga tandang melawan Wolves.

Rating Pemain dan Pemain Terbaik
Arsenal:
Kepa (7), Timber (7), Saliba (7), Gabriel (8), Hincapie (7), Zubimendi (7), Rice (8), Eze (6), Madueke (6), Gyokeres (5), Martinelli (6)
Cadangan: Havertz (7), Trossard (7)

Chelsea:
Sanchez (6), Gusto (6), Fofana (6), Chalobah (6), Hato (6), Cucurella (7), Caicedo (6), Santos (6), Fernandez (6), Delap (5), Pedro (6)
Cadangan: Estevao (6), Palmer (6), Garnacho (6), Acheampong (n/a)

Pemain Terbaik: Declan Rice

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!