Gratis tapi Berisiko! Target Baru Man United Picu Kekhawatiran Fans

Manchester United kembali dikaitkan dengan satu nama besar dari Bundesliga, dan kali ini bukan pemain sembarangan. Di balik rencana besar perombakan skuad musim panas 2026, muncul satu sosok “elite” dari Bayern Munchen yang disebut-sebut terbuka untuk hijrah ke Old Trafford. Namun, apakah langkah ini benar-benar solusi, atau justru berpotensi mengulang kesalahan lama?

Ketertarikan ini muncul di tengah upaya serius Man United membangun ulang lini tengah mereka. Manajemen klub, yang kini berada di bawah kendali INEOS, tengah menyiapkan strategi besar demi mengembalikan kejayaan Setan Merah di level Eropa.

Rencana Besar Man United untuk Musim Panas 2026

Manchester United memang sudah lama berencana merombak sektor tengah. Sejumlah nama muda dan potensial seperti Elliot Anderson, Carlos Baleba, dan Adam Wharton masuk dalam daftar incaran utama.

BACA JUGA: Casemiro Pergi, Manchester United Siapkan Pengganti Rp1,9 Triliun? Ini Bocorannya

Menurut laporan TEAMtalk, langkah ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang klub. Bahkan, jurnalis transfer Dean Jones menyebutkan bahwa Man United siap menggelontorkan dana hingga 200 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas 2026, atau setara sekitar Rp4,1 triliun, dengan catatan Michael Carrick mampu membawa tim kembali tampil di Liga Champions.

Meski menyiapkan dana besar, Man United juga tetap membuka peluang mendatangkan pemain tanpa biaya transfer. Di sinilah nama Leon Goretzka mulai mencuat.

Leon Goretzka Masuk Radar, Siap Tinggalkan Bayern

Gelandang timnas Jerman itu dipastikan akan habis kontrak bersama Bayern pada akhir musim ini. Klub dan pemain telah sepakat untuk berpisah, sehingga Goretzka bisa pindah secara gratis pada musim panas 2026.

Sebelumnya, Arsenal sempat melakukan pendekatan menjelang penutupan bursa transfer, namun Goretzka memilih bertahan di Allianz Arena. Kini, situasinya berubah.

Laporan dari FussBall Daten menyebutkan bahwa Manchester United termasuk klub yang serius memantau situasi sang pemain. Selain Setan Merah, Arsenal, West Ham, Atletico Madrid, dan Juventus juga dikabarkan tertarik memanfaatkan status bebas transfer Goretzka.

Dalam laporan tersebut, Goretzka disebut sebagai solusi instan bagi tim yang kekurangan kekuatan fisik dan kepemimpinan di lini tengah. Ia dinilai mampu langsung memberi dampak tanpa perlu adaptasi panjang.

Selain itu, pembicaraan awal antara perwakilan Goretzka dan beberapa klub Inggris mengindikasikan bahwa sang pemain cukup tertarik mencoba pengalaman baru di luar Jerman pada fase akhir kariernya.

Bayang-Bayang Masa Lalu: Pelajaran dari Schweinsteiger

Meski nama Goretzka terdengar menjanjikan, Manchester United diingatkan untuk tidak gegabah. Usia sang gelandang kini sudah menginjak 30 tahun, sebuah fase yang sering dianggap sebagai masa penurunan bagi pemain dengan gaya bermain fisik.

Keputusan Bayern melepasnya secara gratis juga menjadi sinyal bahwa performa terbaiknya kemungkinan sudah lewat.

Situasi ini mengingatkan pada kasus Bastian Schweinsteiger. Pada musim panas 2025, Man United juga mendatangkan gelandang Bayern yang saat itu berusia 30 tahun.

Schweinsteiger datang dengan reputasi besar sebagai legenda Jerman. Namun, realitanya jauh dari harapan. Selama membela Man United, ia hanya mencatatkan 35 penampilan sebelum akhirnya pindah ke Chicago Fire pada 2017.

Kondisi fisik yang menurun membuatnya gagal menjadi pilar utama, meski namanya sangat besar di masa lalu.

Transfer Gratis yang Bisa Jadi Mahal

Secara teknis, mendatangkan Goretzka tanpa biaya transfer terdengar menguntungkan. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Gaji tinggi dan durasi kontrak panjang berpotensi membuat kesepakatan ini menjadi investasi mahal bagi klub. Jika performanya menurun, Man United bisa kembali terbebani kontrak besar seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Karena itu, meskipun Goretzka memiliki kualitas dan pengalaman, manajemen INEOS perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Transfer gratis tidak selalu berarti murah, apalagi jika risikonya cukup besar.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!