Newcastle United Masuk Fase Genting, Eddie Howe Tegaskan: Tak Ada Alasan Lagi!

Newcastle United kini memasuki fase paling menentukan musim ini. Di tengah jadwal padat Liga Inggris, hasil yang belum stabil, dan badai cedera, satu pesan tegas datang dari sang pelatih. Eddie Howe menolak berlindung di balik alasan apa pun, meski nasib timnya sedang dipertaruhkan.

Situasi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya: mampukah Newcastle bangkit saat tekanan semakin besar?

Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa pekan ke depan.

Musim Masih Terbuka, Tapi Tekanan Meningkat

Newcastle baru saja tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah dari Manchester City di babak semifinal. Kekalahan itu memang menyakitkan, terutama setelah musim lalu mereka menikmati perjalanan panjang di kompetisi yang sama.

Meski begitu, musim The Magpies belum berakhir. Masih ada beberapa target besar yang bisa diperjuangkan dalam empat bulan terakhir kompetisi.

Langkah pertama adalah memperbaiki posisi di klasemen Premier League. Newcastle harus mengejar tim-tim yang berada di zona kompetisi Eropa, dimulai dengan laga penting melawan Brentford di St James’ Park akhir pekan ini.

Selain itu, mereka juga masih bertarung di Piala FA dengan menghadapi Aston Villa di putaran keempat. Di level Eropa, Newcastle dijadwalkan menjalani play-off Liga Champions melawan Qarabag, yang bisa menjadi penentu arah musim mereka.

Howe: Tak Ada Alasan, Ini Realitas yang Harus Dihadapi

Dalam konferensi pers di pusat media Benton, Eddie Howe menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mencari pembenaran atas situasi yang sedang dialami tim.

Ia mengakui bahwa jadwal Newcastle sangat berat dalam beberapa pekan terakhir. Mereka harus menghadapi Paris Saint-Germain, Liverpool, dan Manchester City di laga tandang secara beruntun.

Menurut Howe, rangkaian pertandingan tersebut jelas melelahkan, apalagi dengan banyaknya pemain inti yang mengalami cedera. Namun, hal itu tidak boleh dijadikan tameng.

“Musim kami masih berjalan di banyak kompetisi. Pertandingan datang terus tanpa jeda. Ini memang menyakitkan, karena musim lalu kami menikmati banyak momen indah di Piala Liga dan ingin mengulanginya,” ujar Howe.

Ia juga mengakui bahwa absennya beberapa pemain penting sangat terasa dalam performa tim.

“Kami kehilangan pemain-pemain besar. Itu bisa terlihat dari penampilan kami. Tapi tidak ada alasan. Ini kenyataannya,” lanjutnya.

Kepercayaan Diri Tim Mulai Terkikis

Howe juga menyoroti perubahan mentalitas timnya dibanding musim lalu. Pada musim sebelumnya, Newcastle datang ke banyak stadion dengan keyakinan penuh bahwa mereka bisa menang.

Keyakinan itu, menurutnya, lahir dari kebiasaan meraih kemenangan. Namun dalam beberapa pekan terakhir, rasa percaya diri tersebut mulai memudar.

“Dalam beberapa laga terakhir, tim kami terpukul. Kami kehilangan pemain penting, dan saat itu terjadi, rasa percaya diri juga ikut berkurang,” kata Howe.

Ia menegaskan bahwa tugas utama staf pelatih saat ini adalah mengembalikan mental juara yang sempat menjadi kekuatan utama Newcastle.

Tidak Didominasi, Tapi Gagal Maksimalkan Peluang

Meski kalah telak dalam dua laga terakhir, 4-1 dari Liverpool dan 3-1 dari Manchester City, Howe tidak merasa timnya benar-benar kalah kelas.

Menurutnya, jika pertandingan dianalisis secara mendalam, Newcastle sebenarnya masih mampu bersaing.

“Kalau dianalisis, kami tidak sepenuhnya dikuasai lawan. Kami masih berada dalam permainan,” jelasnya.

Masalah utama, kata Howe, terletak pada dua hal penting: pertahanan yang kurang solid dan penyelesaian akhir yang tidak maksimal.

“Kami tidak bertahan dengan cukup baik, dan kami gagal memanfaatkan banyak peluang. Padahal kami menciptakan kesempatan,” tambahnya.

Karena itu, ia masih yakin Newcastle adalah tim yang kuat. Fokus utama saat ini adalah menjaga kepercayaan diri pemain agar tidak terus menurun.

“Kami harus melindungi mental pemain dengan segala cara. Itu prioritas utama saya,” tegas Howe.

Penentuan Nasib Newcastle Dimulai Sekarang

Dengan jadwal padat, persaingan ketat, dan tekanan hasil, Newcastle kini berada di titik krusial. Laga melawan Brentford, perjalanan di Piala FA, serta duel di Liga Champions akan sangat menentukan arah musim mereka.

Eddie Howe sudah memberi sinyal jelas: tidak ada ruang untuk alasan, tidak ada tempat untuk menyerah.

Empat bulan ke depan akan menjadi ujian terbesar bagi Newcastle, sekaligus penentu apakah mereka mampu kembali bersaing di level tertinggi.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!